Asri's Conscience

I believe that my true passion should feel like breathing

My Simple Word for You

Dear you..,

Sudah menikmati tehmu? Atau kopi kental untuk menutup aktivitas hari ini? Aku tak mengharap jawaban belum, karena aku tahu dalam teh dan kopi persamaan kita mirip-mirip. Meski tak banyak, namun setidaknya ada sesuatu yg bisa dishare saat menghabiskan waktu bersama. Itu dulu, entah apa masih berlaku untuk esok dan seterusnya.

Sekarang, semuanya berbeda dan terasa lain. Rasio yang kupakai sekitar 300 derajat, hampir sempurna kan perbedaan sikapmu. Aku tahu how complicated it was. And I just can’t pretend that there’s nothing happened. Apa yang terjadi adalah yang seharusnya terjadi. Dan masing-masing kita punya sesuatu yang ingin diraih (entah bersama atau tidak).

Well, aku berusaha untuk biasa, namun tetap saja sulit untuk tetap bersikap-biasa-seperti-semula. Dan itulah yang berada dalam jarak kita. Jarak yang dulu begitu sangat menyenangkan tapi sekarang terkungkung dalam perubahan yang sungguh tak kuharapkan..

Seiring berjalannya waktu, semoga meleleh kebekuan yang terjadi ini.. Semoga…

Dear you.., enjoy your life, mind, soul, and heart. Make it beautiful as always.. :)

Something in Our Heart

Apa yang dirasa tidaklah selalu begitu mudah untuk diutarakan..
Kaupun pasti merasakannya juga..

 

Berawal dari Ponsel Low-Batt

Dear friends…,

Selamat petang menjelang malam. Bagaimanakah harimu? Hopefully all activities done ya. Jadinya malampun bisa istirahat. Bagi yang masih bekerja di waktu malam, tetap sempatkan untuk istirahat dan makan yang sehat, tentunya  badan dituntut bekerja lebih kan.

Well, ada sesuatu yang sepele namun pada akhirnya saya sadar bahwa terkadang tanpa sadar kita diarahkan ke dalam sesuatu hal yang membuat kita semakin dekat dengan orang-orang di sekitar kita. Bingung ya? Baiklah, begini ceritanya. Read more of this post

Materpiece Belanda Tertuang pada Dam

Pertama kali mendengar nama Belanda, maka sosok negara besar yang menakutkanlah yang terbayang dalam benak saya. Namun, awal ketertarikan saya dengan Belanda adalah warna warni tulip dan keteraturan kota yang menyuguhkan pemandangan indah tak hanya untuk mata, tapi hatipun turut merasakan meriah suasananya. Meskipun hanya mendapatkan pemandangan Belanda dalam bacaan dan gambar saja, tapi magnet Belanda menawarkan begitu banyak kebahagiaan dan keindahan nyata yang membuat saya begitu ingin datang kesana. Dan Andapun pasti setuju dengan saya.

The great wall in Netherlands is “dam”… Read more of this post

Perbaikan Bermula dari Perubahan

Sebentar lagi bersua dengan Hari Pendidikan Nasional, sebentar lagi pula akan terdengar orang meneriakkan pendidikan, pendidikan dan pendidikan. Tepatnya pendidikan yang menuntut banyak perbaikan. Ya, wajah pendidikan yang terbarukan. Tak sekedar baru dan gres fasilitasnya, namun juga kualitas baru yang mengejawantahkan pendidikan.

Sekarang ini dalam hati terus mengeja mantra. Semoga saat tes penerimaan guru atau ketika pengangkatan pegawai negeri baru, setiap orang terbius pada kesibukan. Tanpa sempat melirik dan bertik tok dengan kuantitas. Apalagi kualitas yang hanya bertopeng dan realitanya tak begitu peduli pada edukasi Indonesia.

Ironi edukasi negeri ini adalah misteri. Namun kadar misterinya sudah tak lagi tersembunyi. Meski hingga kini masih saja ditemui trik trik negative, namun tetap saja edukasi negeri ini sudah pada tahap sakit kronis yang menggejala. Gejalanya bisa ditemui pada bagian mana saja, bahkan tanpa diduga. Mengerikan bukan.

Ada pepatah lama bilang,

Perubahan memang tak selalu berujung pada kebaikan, namun kebaikan bermula dari perubahan.”

Kurang lebih begitu kata-kata yang sempat saya baca beberapa waktu lalu, dan kata-kata itu jugalah yang mendorong saya untuk segera berubah dari saya yang malas menjadi saya yang tidak malas.  So, perubahan apa yang sudah kamu lakukan?

(Un) known

Bukan malam namanya bila papahan rembulan tak melengkung indah dan sempurna. Begitu pula gambarmu yang terus mengusik denting waktuku. Kau tahu? Pada pelupuk hari aku senantiasa terpaku menatap langit. Berbicara halus,

“Bilakah kau tahu aku?
Bilakah kita saling mengenal?
Bilakah kita bisa bertemu?”

Terik Matahari Menyemai Unforgettable Moments

Source: Flickr

Panas, waktunya menemukan  sesuatu yang menenangkan..,

Siang ini teriknya matahari sampai ke ubun-ubun.  Bukan lagi main-main, cuaca ekstrim sedang menunjukkan taring perkasanya. Pagi begitu cerah dan saat siang teriknya kian bertambah, menjelma menjadi momok yang ditakuti, orang-orang menjadi enggan untuk melangkahkan kaki keluar dari tempat teduh yang dirasanya nyaman. Rupanya panas telah berhasil menciptakan citra lebih seram daripada monster. Pun dosen tergalak dan super ketat soal nilai belum ada apa-apanya.

And you know what, siang ini saya (mau gak mau harus mau) keluar menantang matahari yang cadas. What a wow summer deh rasanya. Saat mata merem melek disengat terik, dalam hati saya nge-batin betapa cukup sering kejadian-kejadian aneh bin nyleneh sampai-sampai unforgettable karena saking weird-nya pernah saya alami saat terik matahari menyambangi bumi. Ini lho, segelintir kejadian yang membuat saya cengar-cengir sendiri kalau ingat:

Read more of this post