Menjaga Lebih Sulit

BELUM ada satu minggu tari pendet digunakan oleh Malaysia sebagai promosi wisata melalui salah satu stasiun swasta milik mereka, bertambah lagi bukti yang menunjukkan bahwa negara itu menggunakan beberapa dari hak cipta dan milik bangsa Indonesia sebagai identitas mereka.

Sebut saja lagu kebangsaan Malaysia Negaraku juga diduga menyadur lagu Terang Bulan. Juga lagu Rasa Sayange yang digunakan sebagai soundtrack promosi negara jiran itu. Memang lebih sulit menjaga dan melestarikan apa yang telah kita miliki daripada memperjuangkannya. Mungkin di sinilah kita harus lebih mawas diri. Bukan hanya ketika aset negara kita sudah direbut orang, baru kita meributkannya sebagai milik kita. Namun kapan pun dan dalam keadaan apa pun kekayaan dan semua milik bangsa ini harus kita jaga. Namun keadaan sekarang sudah berbeda.

Dengan dalih takut tertinggal dengan negara-negara yang lebih maju lainnya, tanpa disadari kita mulai lalai akan budaya sendiri. Rasa kecintaan dan kebanggaan mulai pudar, terkalahkan oleh pengaruh budaya asing. Para pemuda lebih suka menonton di bioskop daripada melihat pertunjukan wayang orang atau ludruk. Lagu-lagu asing pun tidak kalah dihafal dibandingkan lagu-lagu daerah. Bahkan mungkin ada yang tidak bisa berbahasa daerah sama sekali. Malah lebih banyak wisatawan mancanegara yang menikmati dan sangat mengagumi budaya Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, mereka mempelajarinya dengan sangat saksama dan detail. Lihat saja banyak sekali turis asing yang sangat pandai berbahasa daerah, di antaranya bahasa Jawa, Bugis, Batak. Tidak sedikit pula tarian daerah yang sangat dikuasai mereka. Sementara kita mulai lupa akan khasanah bangsa sendiri. Di satu sisi, suatu kebanggaan apabila orang lain tertarik dengan budaya kita. Namun di sisi lain hal tersebut memungkinkan kebudayaan kita terancam diklaim oleh bangsa lain.

Seharusnya kita malu kepada diri sendiri dan Ibu Pertiwi karena dengan mudahnya mengabaikan apa yang telah perjuangkan dengan susah payah. Kewaspadaan sangat penting dan salah satu cara untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan warisan nenek moyang kita adalah lebih mengenalinya dan menempatkannya pada posisi istimewa di hati dan sanubari kita. Jangan biarkan budaya dan identitas bangsa kita dirampas oleh bangsa lain. Merdeka!

Published at September, 1, 2009
Rubrik Opini dalam Suara Mahasiswa Seputar indonesia
Asri Waasi’ Ma’rufah
Mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s