Persembahan Sederhana untuk Bumi

Keadaaan bumi semakin tidak karuan. Pemanasan global ini semakin terasa. Bisa dibayangkan sengatan terik matahari yang sangat menyengat. Dan lebih lagi keadaan bumi semakin ekstrim karena cuaca dan musim sulit untuk diprediksi. Ternyata Bumi ini butuh perbaikan dan harus diperbaiki.

Dari situlah saya mulai berpikir bahwa saya belum berbuat banyak untuk alam ini. Paling tidak, berbuat sesuatu untuk mengurangi dampak pemanasan global bisa membantu. Dimulai dari diri sendiri, berikut berlanjut mengajak teman dan keluarga melestarikan alam ini.

Pertama, Saya mulai dengan menaruh tanaman pot di depan kamar kos saya, meski terkadang saya lupa menyiraminyna karna alasan lupa atau bangun kesiangan. Tapi saya tetap berharap mereka bisa bertahan hidup menemani saya. Walaupun, tiga kembang adenium saya tak tahu dimana.

Kedua, sekarang tak ada lagi tempat sampah saya yang berselimut plastik kresek. Ketakutan saya dulu adalah agar tempat sampah tidak kotor oleh sampah-sampah basah dan akan lebih mudah membuangnya jika ada plastik diatasnya. Tinggal tarik, ikat, dan langsung lempar ke sampah terbesar di komplek kosan saya.

Kebanyakan teman saya masih melakukan hal itu demi menjaga kebersihan tempat sampahnya. Lalu apa fungsi dari tempat sampah itu? Toh dia memang sudah ditakdirkan Tuhan sebagai penampung sampah yang notabena ya pasti kotor. Kalaupun kotor, tempat sampah itu bisa dicuci. Setidaknya mengurangi pemakaian kantong plastik.

Ketiga, meminimalisir penggunaan tisu. Ada penggantinya kok. Mending pakai sapu tangan utnuk dibawa pergi, atau serbet untuk lap di rumah. Bisa menjaga alam karena tidak semakin banyak pohon yang ditebang dan tentunyna bila kotor bisa dicuci bersih dan digunakan kembali.

Tapi ada satu kegalauan dari diri saya. Saya adalah seorang maniak buku. Dan saya tidak bisa membaca ataupun bercokol dengan komputer terlalu lama. Mata dan badan mudah lelah. Sedangkan jika saya terus membeli buku, maka akan semakin banyak pohon ditebang untuk bahan berlembar-lembar kertas sebagai buku yang akan saya baca nantinya. Dari buku itu saya bisa menambah pengetahuan saya. Meski masih banyak sumber buku yang bisa kita dapatkan. Seperti audio book atau EBook  misalnya. Bisa saja saya memakai audio book, tapi keberadaanya masih terbatas pada buku-buku tertentu saja. Terlebih lagi audio book itu masih mahal untuk sekarang ini, apalagi saya masih anak kos yang belum berpenghasilan tetap.  Adakah inisiatif membuat buku tanpa harus menebang pohon lagi??? Bumi ini semakin renta dan rasanya saya pun yang tinggal di atasnya juga merasa semakin tidak nyaman. Bumi semakin rapuh dan tua. Adakah cara lain………???

* Mari bertindak dengan cara masing-masing untuk menghijaukan kembali bumi ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s