Kontrasnya Harapan dan Realita

Semrawut malah Tambah Semrawut

Negara Indonesia adalah satu-satunya negara dengan wilayah terluas di Asia Tenggara. Sebagai negara maritime, Indonesia tidak hanya kaya dengan banyaknya pulau-pulau yang terpisahkan oleh lautan yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Namun juga bisa saling menghargai dan menerima perbedaan yang ada demi persatuan dan kesatuan bangsa. Luasnya wilayah kepulauan nusantara tentu saja dihuni oleh penduduk yang tidak sedikit jumlahnya. Apalagi dengan sebutan gemah ripah loh jinawi, seharusnya merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Indonesia karena tersedianya sumber daya alam melimpah sekaligus sumber daya manusia yang bisa diperhitugkan. Namun suatu ironi yang nyata dan sangat mencengangkan karena kehidupan masyarakat masih banyak dijumpai dibawah standar keluarga sejahrtera. Kemiskinan dan kelaparan serta kekurangan pangan tersiar di hampir seluruh penjuru daerah. Berita kekecauan dan tindak criminal hampir setiap hari terdengar. Mengapa semua menjadi serba sulit dan tidak terkendali seperti ini. Keadaan apalagi yang hendak terjadi nantinya.

Keadaan seperti ini tentunya terjadi karena factor yang menimbulkan ketidaksinkronan antara realita masyarakat dan keadaan alam yang sangat mendukung kemakmuran dan tercukupinyan kebutuhan hidup masyarakat. Faktor-faktor tersebut lebih dominanadalah sebagai berikut. Pertama, rasa kepuasan tidak pernah ada dalam sanubari masyarakat. Penduduk Indonesia memang sudah dikenal sebagai penduduk yang konsumtif. Mereka merasa apa yang dirasakannya dan didapatkannya tidak setimpal dengan usaha yang mati-matian. Di satu sisi ketidakpuasan adalah baik karena sebagai motivator bagi kita untuk terus berusaha mendapatkan yang terbaik dan tentunya mencapai kepuasan. Namun, terkadang mereka lupa bahwa suatu ketika ketidakpuasan bisa membawa mereka ke perbuatan yang menyimpang. Alih-alih ingin sama seperti tetangga yang mempunyai televisi sebesar lemari, mati-matian berusaha mempunyai televisi yang sama atau bahkan yang lebih padahal ada televisi lain yang masih bisa dipergunakan. Sehingga, bagi yang tidak mampu akan sangat mungkin untuk melakukan tindakan kriminal.

Kedua, minimnya tingkat pendidikan masyarakat. Untuk menyaingi negara Jepang atau bahkan Singapura yang notabene sangat sedikit sumber daya alam yang dimiliki, suatu hal yang bisa diibaratkan berenang di tengah samudera luas, hal yang sangat sulit dilakukan. Pendidikan masyarakat yang masih rendah dipengaruhi juga oleh factor rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Kekayaan alam yang melimpah tidak akan berguna apa-apa bila tidak dimanfaatkan dengan benar. Malahan bisa menyebabkan kerusakan alam, seperti penebangan liar (illegal logging) yang bisa mengakibatkan banjir, tanah longsor, bahkan polusi udara karena udara tidak bias terserap secara baik dan sempurna. Selain itu, usaha babat hutan untuk ladang pertanian bisa saja mengalibatkan kebakaran hutan ataupun erupsi. Entahlah, saya rasa tidak hanya masyarakat yang berpendidikan rendah saja, banyak para lulusan bergelar sarjana membabat hutan hanya untuk kepentingan bisnis demi uang semata dan hanya sedikit yang tidak mengabaikan keadaan lingkungan.

Ketiga, factor malas dan tidak mau berusaha lebih keras tidak luput dari permasalahn ini. Begitu banyak pengangguran yang tidak bekerja dan hanya menggantungkan hidup pada orangtua. Rasa kemauan untuk bisa berusaha menjadi orang yang layak untuk diorangkan masih kecil, sehingga kesuksesan itupun juga enggan menghampiri. Sungguh naïf kita hidup di muka bumi yang sangat penuh dengan anugerah alam yang berlimpah namun tidak bisa berbuat apa-apa atas yang tersedia. Sejenak harus kita renungkan bagaimana kehidupan anak cucu mendatang, jika kekayaan yang ada kita eksploitasi secara habis-habisan. Semoga keadaan bisa berubah menjadi lebih baik.dan setiap apa yang kita lakukan hendaknya dipikir dengan seksama. Bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri akan tetapi kita akan bisa lebih mulia bila berpikir jauh demi kebaikan semua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s