ZIONISME VS HATI NURANI


Penderitaan warga Palestina terutama warga sipil semakin bertambah berat. Agresi Israel dengan dalih penyerangan kepada Hamas seolah tak pernah berhenti memborbardir wilayah Palestina yang menyebabkan banyak kalangan warga sipil yang menjadi korban. Bahkan, ancaman dari beberapa Negara di dunia pun seolah tidak digubrisnya. Hingga peringatan dari DK PBB seolah dianggap angin lalu oleh Israel. Jadinya yang kita saksikan adalah serangan-serangan yang terus menerus mengalir tanpa perlawanaan yang berarti. Suatu peperangan yang tidak seimbang. Seperti yang banyak kita saksikan di televisi, serangan Israel terus menggempur di setiap lini wilayah Gaza dengan peralatannya yang super modern dan canggih, melawan alat tempur yang tidak secanggih dan semodern milik Israel. Apa seperti ini yang disebut berhati nurani. Sengsaranya lagi, pembelaan dan dukungan dari negara- negara di dunia seperti tidak sepenuh hati. Hingga saat ini belum ada tindakan yang betul- betul tegas atas agresi ini. Baik dari pihak Hamas sendiri yang masih meragukan kemauan Israel untuk melakukan gencatan senjata dengan dua syaratnya dan juga Israel yang seolah tidak mau tahu penderitaan dan kerugian nyawa serta harta akibat agresi tersebut.

Meskipun hampir seluruh warga di dunia mengecam hal ini, namun tindakan yang riil dan benar-benar bisa menghentikannya belum terlihat. Bantuan obat-obatan, tenaga medis, makanan, bahkan pejuang terus berdatangan ke Palestina. Namun sejauh ini, hanya sampai tingkat menerima serangan lalu menangani korban. Padahal yang benar-benar dibutuhkan warga Palestina adalah bagaimana agar tidak ada lagi serangan dan tidak akan ada lagi korban jiwa.. Beberapa hal yang mengganjal di benak penulis adalah apakah seluruh warga Israel dan juga semua warga Yahudi di seluruh dunia mendukung serangan tersebut? Bila iya, apakah ini berarti sudah tidak ada lagi rasa persaudaraan dan rasa kemanusiaan dalam hati manusia? Apabila hal ini tidak benar adanya bahwa warga Israel khususnya dan umat Yahudi pada umumnya mengiyakan agresi tersebut, lalu sebenarnya kepentingan apakah yang melatarbelakangi agresi tersebut?

Dalam hal ini, penulis yakin bahwa pada dasarnya warga sipil Israel tidak seluruhnya mendukung agresi tersebut. Sejahat dan sebengis-bengisnya manusia, tetap saja mereka masih punya hati nurani. Mereka pasti berpikir bagaimana bila mereka dalam posisi warga Palestina yang kehilangan sanak saudara dan juga segalanya karena tidak bisa merasakan kedamaian hidup di zaman yang seharusnya tidak ada lagi peperangan ini. Pemberontakan hanya bisa dilakukan dalam hati saja. Karena zionisme selalu mengalahkan yang minor dan tidak memiliki kekuasaan. Lagi-lagi zionisme adalah tujuan utama Israel dalam setiap agresi terhadap Palestina. Mereka benar-benar menginginkan wilayah Palestina bisa dikuasainya. Sampai kapanpun, bila Israel masih tetap bertekad menguasai wilayah Palestina seluruhnya, tak akan mungkin ada gencatan senjata secara global. Karena Palestina juga akan tetap berjuang sekuat tenaga unuk memperahankan negaranya.

published: January, 16 2009

Suara Mahasiswa Seputar Indonesia..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s