another place to share

Hati

Hati..,
Ya, kupunya hati. Organ berwarna merah tua pekat serupa darah beku itu bersembunyi manis dalam rongga dada sebelah kanan. Sayangnya, ia terlalu dalam dan terbenam hingga terkadang kulupa dia penyokongku untuk terus beraktifitas. Kata orang, hatiku ini punya pantangan tertentu dengan makanan dan minuman. Bisa merusak kalau kadarnya tak sesuai. Sakit liver katanya. Hatiku Ini yang nyata, meski tak pernah kulihatnya. Ku hanya percaya.

Satu lagi, kupunya hati yang lain. Serupanya, tak pernah juga kulihat seperti apa dia berupa. Orang bilang, hati yang ini serupa dengan perasaan. Entah kenapa pula perasaan diserupakan dengan hati. Samanya lagi, terkadang kulupa merawatnya. Tanpa sadar hatiku mempengaruhi otak dan lakuku berbuat tidak-tidak. Marah, sebel, iri, sombong, dan hal lain yang kurang lebih serupa. Betapa sulitnya menjaga hati ini tetap apik dan ayu. Padahal hati ini salah satu harta berhargaku. Dan semoga yang berlalu itu berujung dengan maaf dan ikhlas.

Dari kini dan (berharap) hingga nanti, mencoba berbaik hati untuk kedua hatiku. Merangkulnya untuk manut dengan wejangan positif dan sifat serta sikap yang tepat dan benar. Semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s