Buanglah palsumu

Ketika  kau setia pada tahta, menyanjungnya hingga menjual moral manusia
Sungguh kami tiada daya, karena semakin nyata kau pemenang atas kuasa
Semena bermain gaya kuasa yang aduhai bertabur bualan nan indah

Wibawa itu tak lagi ada
Entah sirna ke pelosok mana
Dan kini dengan leluasa kau bungkam hak-hak manusia yang penuh suara
Berkat otoritasmu yang kuat bergeliat dan siap menerkam aturan bahkan mungkin janjimu pada Tuhan

Bertambah waktu, brutalmu kian beringas
Bukan seperti engkau yang dulu nampak saat berebut nama
Dirimu yang sangat halus dalam bertutur
Menghormat pada tetua dan sayang kepada pemuda pemudi bangsa
Rela berkorban membela yang benar dan tegar demi ibu pertiwi nan perwira
Dan pasti demi apa yang kau dapat sekarang
Jabatan, kuasa, harta, dan tahta

Kini yang tersisa hanya kemunafikan dan kebohongan
Kau biarkan setan keserakahan menyatu dalam darahmu
Sementara rakyatmu berjuang menepi mati untuk setetes darah hidupnya

Pemimpinku . . .,
Akankah kau tetap dengan kepalsuanmu??

 

Ciputat, 19/3/11

Advertisements

One thought on “Buanglah palsumu

  1. kritik yg membangun. sayangnya apakah mereka sadar dalam kepalsuan? ataukah karena kurang mengetahui dampak atas kebijakan atau keputusan mereka sebagai pemimpin dikarenakan kurang referensi??????? ataukah kurangnya nasionalisme pada diri mereka? ataukah karena malu akan membuka aib sendiri? atau dan masih banyak kemungkinan alasan lain. tapi yang tahu hanyalah hati mereka sendiri dan Allah.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s