The True Life of Habibie

Judul: The True Life of Habibie Cerita di Balik Kesuksesan
Penulis: A. Makmur Makka
Penerbit: Pustaka Iman
Tebal: 456 halaman, Hard Cover

Siapa yang tak kenal Habibie. Sewaktu masa kecil saya, salah seorang teman bercita-cita ingin menjadi insinyur seperti beliau. Dan saya pun salah satu orang yang terbius dengan kecerdasan dan lembah manahnya beliau. Ya, Prof. Dr. Ing. Baharuddin Joesoef Habibie atau biasa disapa Rudy, merupakan sosok yang sangat dikagumi banyak orang dari berbagai kalangan. Penggagas teknologi sebagai sarana dan basis untuk perkembangan ekonomi Indonesia.

Melihat bahwa Habibie merupakan sosok yang cerdas, berpikir modern, namun juga pribadi yang sangat religius, tak dapat disangkal bahwa Habibie membawa pengaruh yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Dan dunia mengakuinya. Apresiasi yang luar biasa bagi beliau.

Membaca buku ini membuat saya seperti diajak menyelami semangat yang tak pernah padam dalam diri seorang Habibie. Mengarungi perjalanan kehidupan yang penuh optimisme dan semangat tinggi untuk terus belajar dan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan agama. Hati dan pikiran saya dibelenggu oleh rasa penasaran untuk terus mengikuti kisah hidup beliau. Dimulai dari sejarah keluarga, masa kecilnya, kecintaannya pada ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan karir di Jerman serta Indonesia, pertemuan dengan ibu Hasri Ainun Habibie, pesawat Gatotkoco, ICMI, The Habibie Center, IAC, hingga pengaruhnya yang luar biasa terhadap perkembangan teknologi Indonesia dan Jerman pada khususnya, dan dunia pada umumnya – lepas dari kekurangannya sebagai manusia.

Saat membaca B.J. Habibie dan N-250 (hal. 195) tak kuasa saya membendung air mata. Rasa terharu bercampur bangga menjadi satu. Meskipun tak bisa menyaksikan secara langsung, namun aura itu sungguh sangat terasa oleh saya.

“. . . penerbangan perdana prototipe N-250 ‘Gatotkoco’ di Lapangan Husein Sastranegara, Bandung. Tepat pukul 10.15 WIB, setelah mlintasi setengah landasan pacu, roda depan terangkat dan kemudian diikuti roda belakang, maka melesatlah sang Gatotkoco terbang menembus awan biru dengan kecepatan hampir 200 knot. Seketika itu juga, rasa tegang pecah berganti tepuk sorai orang-orang yang menyaksikan. Mereka saling berpeluk cium sambil tak lupa melafalkan hamdalah dan pekik tabir, bersyukur dan memuji keagungan Allah atas karunia besar yang diberikan kepada bangsa Indonesia. . . .”

Haru dan bangga ini muncul seketika saat keberhasilan Gatotkoco setelah melewati perjuangan panjang kurang lebih selama 19 tahun. Sejak berdirinya IPTN (1976) hingga 1995. Kalimat A. Makmur Makka yang membuat haru dan bangga itu menjadi nyata juga ialah:

“Ketika ia memulai rencananya, seluruh dunia menertawakannya. Tak ada orang menganggapnya serius.”  

Satu yang pasti, saya diberi kesempatan seluas-luasnya untuk bisa mengenal sosok Habibie  lebih dekat lewat buku “The True Life of Habibie Cerita di Balik Kesuksesan”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s