another place to share

Elegi Bangsa

Riuh ramai suara para lelaki di tepian jalan, membubung ke angkasa gegap gempita
Bergelora seluruh pasang mata yang hadir di sana
Tertawa, menari, bergembira dan separuh suka tertata rapi dalam pikir dan hati dengan seksama
Bius bola meluluhkan pilu kecewa yang memati dalam hati mereka
Betapa sedikitpun belenggu dari para penghancur Negara masih saja mengekor bayangnya
Tersadarkan penuh pada kecilnya harapan bahwa kemerdekaan itu masih ada

Bahkan istana yang kokoh berdiri di antara melempemnya moral para penguasa masih tetap tegar dan siaga
Meski terlihat pasrah pada tingkah polah manusia berdasi di sekelilingnya, tetap ia terlihat kokoh dan putih
Tak banyak yang bisa dilakukan, hanya satu-satunya pendengar setia tanpa daya sekata pun bersuara
Berontak dan protes yang nyanyar itu tak bisa dieja, karena konspirasi dan semua rahasia yang entah seperti apa tetap tak bisa terbaca

Sedang manusia yang sesungguhnya bertingkah susah, tak tahu kebenaran apa yang nyata, dan salah kaprah apa yang mati-matian dibela
Tetaplah hanya keniscayaan yang masih menyisakan harap bagi pulihnya moral dan hidup bangsa
Karna yang benar itu akan selalu hidup dalam kebaikan abadi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s