Nasib Jelantah dan Paku Payung Berkarat

Harus diapakan ini??

Itulah petanyaan yang terus terlintas di pikiran saya saat menjumpai jelantah (minyak goreng bekas) dan juga paku payung berkarat (yang juga bekas tentunya). Karena tak terlintas sedikit pun di benak saya harus diapakan barang-barang bekas ini. Dan saat menuliskan uneg-uneg saya ini pun, masih belum tergambar solusi untuk memanfaatkan barang-barang tersebut secara pasti.

Yang saya tahu, minyak goreng bekas bisa didaur ulang dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau pun juga sebagai pelicin. Masalahnya adalah tak ada alat yang bisa saya gunakan untuk mendaur ulang. Dan juga belum tentu saya mampu melakukannya kalaupun alat itu tersedia. Masalah pokoknya adalah belum ada kesadaran penuh betapa minyak goreng itu sangat berbahaya bagi tanah, sejenis dengan bahayanya oli. Dan jelantah pun menjadi problem yang terkesan sepele malah disepelekan. Kandungan zat kimia di dalamnya sangat mengikat dan sulit terurai. Pembahasan kimianya saya tak tahu. Dan satu-satunya tempat pendaur ulangan minyak goreng yang saya tahu hanya di IPB. Membutuhkan akses yang tak sebentar dari tempat saya tinggal. Bukan solusi jangka pendek dan praktis.

Sedang paku berkarat pun tak jauh berbeda. Besi berkarat hanya kan menjadi sampah saja. Tentu saja dengan catatan masuk kategori yang sulit terurai. Senasib dengan jelantah. Malang sekali nasib keduanya.

So, what must I do with those two garbages???? Lagi-lagi nambah limbah tanpa tahu cara memanfaatkannya. Menumpuknya terus-menerus sampai tak tahu kapan dan mau diapakan. Karena berat untuk membuangnya jika memikirkan dampak buruknya. Some body knows how to solve these problem is??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s