Kontemplasi

Saat hati penuh tekad ‘tuk melangah maju, namun kaki hanya terdiam terpaku
Sungguh sesak membentengi hati dengan kokoh kuasanya
Membentangkan ribuan mil hingga ku berjarak dengan yang kusebut asa

Hasrat setiap dari manusia tak serupa
Entah apa pun wujudnya, semua berbaju mimpi dan cita
Entah bagaimana rupanya, tetap tertoreh asa dalam sanubarinya
Namun upaya tak pelak bertemu rintangan
Berbuntu oleh hambatan yang membingungkan

Dan tatkala asa berseteru dengan realita, betapa terasa Kuasa Sang Maha Pencipta
Ternyata manusia tiada daya dan bukanlah yang selalu sekata atas segala realita
Namun pilihan terus mengekor di relung sanubari dan mengakar di kepala
Haruskah bersetuju dengan kenyataan? Atau setia pada impian dan harapan?

Ciputat, 6/6/’11

Advertisements

2 thoughts on “Kontemplasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s