Seyogyanya Manusia Selalu Bersyukur

Manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya diciptakan oleh Allah SWT untuk bisa bertahan hidup serta beribadah kepada Tuhan mereka. Namun terkadang kita lupa bahwa kekurangan dan kelebihan itulah sebagai modal dasar penguji kadar keimanan kita. Manusia yang diberkahi fisik lebih cantik atau tampan, lebih sempurna dan kekar badannya, lebih kaya dan bergelimang harta, lebih pandai dan mampu menggunakan akal pikirannya dengan baik serta kelebihan-kelebihan lainnya seringkali menjadikan diri mereka sombong dan takabur terhadap apa yang telah dianugerahkan kepadanya. Kita lupa bersyukur atas apa yang telah dianugerahkan kepada kita dan mengabaikan segala perintah dan larangan Allah, padahal tanpa disadari, itu adalah salah satu jalan bahagia menuju kahancuran.

Tidak hanya yang mempunyai kelebihan saja yang bisa takabur dan kufur nikmat. Manusia yang dianugerahi serba kekurangan dalam hidupnya juga tidak kalah sombongnya. Kita hanya bisa mengeluh dan terus-terusan mengutuk Allah SWT tanpa ada usaha sedikitpun untuk mengubah keadaaan hidup. Bahkan kita malah manyalahkan orang lain dalam keterpurukan ekonomi. Seharusnya kita menjadi diri sendiri yang kuat dan terus berusaha meskipun untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tidaklah mudah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Insan [76] ayat (30). bahwa dalam hidup ini semua hal telah ditentukan oleh Allah SWT. Jika Allah sudah berkehendak, maka terjadilah. Namun bukan serta merta manusia tinggal meminta dan akan segera menerima apa yang diinginkannya tanpa ada ikhtiar. Namun ayat tadi tidak berlaku bagi keadaan yang menimpa manusia dengan anugerah wajah tidak secantik atau setampan orang lain atau sedang-sedang saja. Mereka mempunyai organ tubuh lengkap, haya saja merasa masih belum puas dengan apa yang dimilikinya. Mereka menginginkan wajah yang lebih sempuran dengan cara-cara yang kurang terpuji bahkan membahayakan dirinya sendiri. Hingga akhirnya karena saking terlalu banyaknya bahan kimia berbahaya bersarang di tubuhnya, mereka pun mendapati dirinya dengan keadaan yang tidak lebih baik dari sebelumnya. Mereka bertindak dengan sesuka hatinya tanpa memperhatikan akibat yang ditimbulkan. Dalam hal ini, manusialah yang lebih dominan berperan atas apa yang terjadi dalam dirinya Ar Raad [13] ayat (11). Seharusnya kita bisa mengambil hikmah dari hal-hal tersebut bahwa manusia hendaknya selalu bersyukur dan janganlah terlalu berlebihan melihat apa yang ada di atas kita. Lihatlah sewajarnya dan ambillah pelajaran serta jadikan motivasi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Lihatlah ke bawah kita karena kita akan selalu bersyukur kita masih beruntung dari mereka. Semoga ini bisa menjadi pegangan kita untuk bertahan hidup dan beribadah penuh dengan rasa syukur kepada Allah SWT.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s