Syair Bunda

Bunda,
Saat engkau bertarung dengan dinginnya malam.
Lafadzkan untaian puji puja serta do’a.
Lalu terucap satu nama, milik putrimu yang selalu jauh dari pelukmu.
Jerit diri ini memekik di ruang hati.

Di tegar ragamu, sedu sedan memecah hening malam.
Tiada terperi sayang kasihmu padaku.
Semua pinta bertabur tangis bahagia melucumkan putih mukenamu.

Bunda,
Hati ini kian menangis perih, saat memori masa kecil menguapi pikirku.
Usapan lembut tanganmu membelai hatiku.
Tak pernah kau biar aku terjatuh dalam tangis dan sedih.
Kau dekap aku dalam hangat pelukmu.
Lalu berbisik lirih padaku: tidurlah nak, Ibu di sini menjagamu.

Bunda,
Rinduku memenuhi pikirku
Padamu juga semua tentangmu
Jarak yang ada berpadu memberi waktu padaku
Untuk menjaga namamu selalu di hatiku, selalu.
Hingga tiba masanya, putrimu akan kembali ke pangkuanmu, dan lelap dalam usapan lembut tanganmu.
Sambil mendengar dendang merdumu, juga cerita haru biru bertabur syahduku.

Bunda,
Aku merindukanmu.

*Untuk Ibundaku yang selalu menyayangiku. Aku menyayangimu Ibu 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s