another place to share

Sulit…

Sore ini.., seperti biasa desktop masih menyala, begitu juga lampu mouse yang sesekali berkedip dan berubah warna. Merah lalu biru, begitu seterusnya. Itu artinya saya masih anteng di depan meja kerja. Di kantor yang berjarak tak seberapa jauh dari tempat tinggal saya.

Dan  masih tetap sama, bila jam sudah hampir pukul 19.00 saya masih anteng menekan tombol keyboard, artinya ada pekerjaan yang harus selesai malam ini juga. Namun tak jarang juga kegelisahan itu menghampiri saya. Bahasa gaulnya sekarang ini disebut galau.

Well…, galau. Itulah yang terjadi pada saya dan juga beberapa rekan kerja yang lainnya. Kami galau bin gelisah juga deg-degan dengan pengumuman perusahaan barusan. Dan sangat membuat bulu kuduk merinding. Berita ini terlalu mendadak dan juga terlalu mengagetkan. Akhir bulan ini kami (hampir semuanya) akan segera dirumahkan. Wow, realita yang metaphor sekali ya. Meskipun Indonesia memasuki pertumbuhan ekonomi mikro yang baik, nyatanya hal tersebut tidak berlaku bagi kami. Karena  kami harus dirumahkan tanpa pesangon. Ironisnya entah berada pada level berapa. Well, sungguh membuat otak mendelik dan berlarian kesana kemari.  Tidaaaaaaaakkk.

—————————————————————– to be continue…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s