another place to share

Terik Matahari Menyemai Unforgettable Moments

Source: Flickr

Panas, waktunya menemukan  sesuatu yang menenangkan..,

Siang ini teriknya matahari sampai ke ubun-ubun.  Bukan lagi main-main, cuaca ekstrim sedang menunjukkan taring perkasanya. Pagi begitu cerah dan saat siang teriknya kian bertambah, menjelma menjadi momok yang ditakuti, orang-orang menjadi enggan untuk melangkahkan kaki keluar dari tempat teduh yang dirasanya nyaman. Rupanya panas telah berhasil menciptakan citra lebih seram daripada monster. Pun dosen tergalak dan super ketat soal nilai belum ada apa-apanya.

And you know what, siang ini saya (mau gak mau harus mau) keluar menantang matahari yang cadas. What a wow summer deh rasanya. Saat mata merem melek disengat terik, dalam hati saya nge-batin betapa cukup sering kejadian-kejadian aneh bin nyleneh sampai-sampai unforgettable karena saking weird-nya pernah saya alami saat terik matahari menyambangi bumi. Ini lho, segelintir kejadian yang membuat saya cengar-cengir sendiri kalau ingat:

1. Warga ibukota itu biasanya (malah) sangat sering mengadakan pesta pernikahan saat tanggal merah. Ya, karena almost of the citizens getting free and has no reason to make a  permission letter. Hahaha, yang ini tanda kutip ya, kita semua tahu kan urusan masing-masing orang tidaklah sama. Back to the topic, terbayang kan hari minggu siang teriknya seperti apa? Waktu itu sekitar pukul 13.00 saya nebeng motor temen untuk pulang. Dan kebeneran macetnya jalanan hampir stuck tidak jalan. Posisi motor di tengah, terjepit di antara mobil-mobil yang menyebarkan hawa panas. Jadilah hari itu panasnya dunia yang saya rasakan plus+ special pakai panas tambahan. Kaki telanjang saya tidak berkaos kaki serupa didempet panggangan. Anehnya lagi yang meleleh bukannya kaki tapi malah mata. Waaaaaa, jadilah saya mewek di tengah jalan.

2. Masih berkisah tentang kondangan. Memang paling pas dating ke resepsi pernikahan itu agak sore atau malam sekalian, dijamin tidak akan bertemu terik matahari. Yang membuat saya malu dan agak ribet bin riweh adalah make up yang luntur karena keringat. Kebayang kan gimana. Waktu itu saya adalah golongan pemula dalam hal bermake up, maka jadilah panik itu membuat saya mati gaya alias tengsin total. Finally, mau gak mau saya harus menghapus make up ituh. Woaaaa, memalukan deh..

3. Yang berikutnya to be continued yaaaa… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s