I Name It My Wonderful Moment

It’s 20.40, and  I am enjoying my second dinner on my own desk. Haa??

Bener lho, ini adalah makan  malam kedua saya setelah jam 18.15 tadi menyantap hidangan yang sama-sama berat. Yups.., nasi. Dan bukan Indonesia bila tidak memakan nasi sebagai hidangan utama. Tak terbayang bukan bagaimana begahnya perut saya (dalam arti sebenarnya). Nyatanya justru malah sebaliknya, am starving to die (berlebihaaaan). Mungkin inilah efek obat, vitamin dan jamu penambah nafsu makan. Nafsu makan bertambah dan terus-terusan bertambah sampai kadang saya merasa heran dengan nafsu makan yang perkembangannya luar biasa. Yeayyy.., progress sedang dalam proses. And I name it my wonderful moment.. 🙂

Oke.., lanjut ke next wonderful moment..

Perjalanan hidup telah banyak mengajarkan nilai berharga. Pengalaman yang tertinggal selalu menjadi pelajaran hidup nomor wahid buat saya. Sampai detik ini banyak perubahan yang terjadi dalam diri pribadi. Perubahan yang bagi saya amat sangat bisa merapal mantra hebat agar seulas senyum senantiasa tersungging menatap  detik-detik yang hadir. Yaa.., its me, a girl who loves to discuss and having a conversation with others. Berbicara dengan orang lain adalah komunikasi yang saya jalin untuk membuang gap yang sering muncul dalam diam. Pada diam, setiap dari kita hanya mampu berspekulasi dan menjaga dugaan-dugaan yang kadang tak realistis. Maka untuk membunuh prasangka, kata-kata yang tersimpan dalam hati dan pikiran harus diutarakan, just make it simple! Talk and talk to people!

Dan itulah yang saya lakukan beberapa saat sebelum menulis deretan kata ini. Berbicara dengan rekan kerja termasuk orang yang selalu mensupport kami saat lapar dan ngantuk menyerang. Ya, assistant kantor bagian rumah tangga dan logistic, Pak Eman namanya. Apapun yang terlintas di kepala dibicarakan, toh karena beliau banyak bicara juga rupanya. Hanya saja terkadang saya harus sedikit asertif saat berbicara dengan beliau. Faktor usia dan lain hal tentunya. Tapi kami semua adalah saudara yang dipertemukan Allah dalam kantor biru yang cukup untuk menampung uneg-uneg dan terkadang kontradiksi yang tak segan-segan menarik ulur mood juga semangat. Ya, itulah dinamika kerja. Hahahaa.. Dan inilah my wonderful moment juga. So, how was your day so far, dear friend?

— P.S. being disturbed by @aandiika .. What a terrible people, hahhahaaaa..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s