Setiap Detik Dunia Butuh Tulisan

Dewasa ini pertumbuhan dan perkembangan dunia penulisan mengalami sporadis tingkat tinggi. Kuantitas penulis dalam berbagai genre tulisan terus meningkat. Bisa dikatakan tulis menulis merupakan salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Setiap orang yang bisa membaca dan menulis, pasti sangat berpotensi mampu menjadi seorang penulis. Apalagi kursus dan workshop singkat tentang penulisan baik offline serta online sangat begitu mudah dicari dan ditemui. Dengan sedikit gemblengan dan pelatihan, setiap orang bisa menulis bahkan mempunyai buku sendiri. Ditambah lagi dengan munculnya penerbit-penerbit minor (indie) yang bisa menerbitkan buku sesuai dengan keinginan penulis. Lalu promosi buku bisa lewat social media (facebook, twitter, dll) juga toko buku offline maupun online. Semakin jelas bahwa dunia tulis menulis adalah lahan industri yang cukup menjanjikan. Benarkah?
Benarkah menjanjikan? Tentu saja benar, karena tidak sedikit orang yang bisa hidup dari menulis bahkan menjadikan menulis sebagai profesi dan sumber penghasilan. Benarkah? Tentu saja benar. Siapa yang tak kenal Billionare J.K. Rowling, penulis novel popular Harry potter hanya tinggal duduk menikmati royalty dari hasil karyanya. Di Indonesia bisa ditemui seperti Andrea Hirata, Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu, dan lain sebagainya. Setiap hari, banyak sekali ruang/ portal yang membutuhkan tulisan dari orang kebanyakan (masyarakat umum). Sebut saja, Koran, majalah, tabloid, buletin, media online, komunitas-komunitas online, dan masih banyak lagi. Tulisan dalam genre apa pun pasti kebagian tempat. Dan penerbit membutuhkan tulisan yang bisa dicetak lalu dijual. Sirkulasi tulis menulis tidak akan berhenti begitu saja karena sebuah tulisan bisa turut menentukan laju kehidupan penerbit, distributor (toko buku), juga kebutuhan pembaca sendiri.

Yang menarik bagi saya adalah banyaknya penerbit-penerbit minor yang bermunculan semakin menambah keeksisan seseorang untuk disebut sebagai penulis. Belakangan ini sudah tersedia banyak penerbit minor yang siap merealisasikan keinginan penulis. Syarat utama hanyalah mampu menulis dan mempunyai tulisan untuk diterbitkan, maka tak kurang dari sebulan siapa pun bisa memiliki buku idaman. Memang dipungut biaya, tapi saya rasa biayanya relatif murah. Tinggal bagaimana memasarkan buku tersebut nantinya. Kreatifitas dan kecerdasan dalam marketing sangat dibutuhkan.

Namun, menurut saya ada kekurangan dari buku-buku yang diterbtkan oleh penerbit minor tersebut. Karena tanpa adanya persaiangn dengan tulisan-tulisan yang lain, maka tidak ada penyaringan naskah oleh editor. Semua naskah yang masuk bisa dicetak menjadi buku, dengan sangat mudah dan cepat. Jadi, akan sulit bagi penulis untuk mendapatkan evaluasi juga koreksi atas tulisannya. Mungkin hanya kebetulan, jika buku tersebut memiliki kualitas bagus, maka akan mudah diterima pembaca. Namun bila tulisan tersebut masih banyak kekurangan seperti teknis penulisan, gramatikal, dan lain lain sebagainya, mungkin di pasar pun pembaca kurang tertarik. Walhasil, buku hanya bertumpuk di rak buku toko-toko yang menjual buku tersebut.
Walau demikian, banyak juga buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit minor mampu menduduki tangga buku teratas pilihan pembaca. Satu hal bagi saya yang merupakan harga mati bahwa setiap orang berhak untuk menulis dan menjadi penulis. Baik penulis tetap atau pun paruh waktu (part time/ freelance writer), setiap detik adalah kesempatan untuk bermain dengan aksara dan menghidupkan dunia dengan membaca dan menulis. Itulah salah satu upaya turut mencerdaskan kehidupan bangsa dimulai dari diri sendiri.

Advertisements

3 thoughts on “Setiap Detik Dunia Butuh Tulisan

  1. setuju banget sama kamu… hasil tulisan juga bukan hanya sekedar coretan tapi sebuah arti dan sisi dari penulis itu sendiri. terlihatnya kepribadian bisa terlihat dari hasil tulisannya kan….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s