another place to share

Oh Life, I’m in Love | Oh Rain, I Love You

Sore dua hari yang lalu, langit menjadi sahabat bagi pemilik jemuran yang banyaknya sampai menghabiskan lahan. Sepanjang jalan, pemandangan yang tak luput dari setiap rumah adalah jemuran. Hal yang biasa sebenarnya, tapi bagiku ini luar biasa. Apalagi musim penghujan sepeti sekarang ini. Kuantitas pertemuan dengan matahari mungkin hanya dalam hitungan menit saja. Bahkan terkadang seharian sama sekali nggak ngerasain terpapar matahari. Pasti sudah terbayang gimana rasanya kan. Bawaannya ngantuk. Beranjak dari tempat tidur seperti tak kuasa, tak kuasa berpisah dengan kasur dan berhadapan hawa dingin yang membekukan. Selimutan sambil didongengkan suara hujan itu hal yang sempurna. Betuuuul, bermalas-malasan saat hujan adalah surga. Aaaaaa, hujan selalu menaburkan sihir keindahannya.

“Karena cintaku pada hujan sudah terlanjur membenam. Mungkin sudah berakar tunggang. Dan akan kubiarkan ia tumbuh hingga mekar.”

Hujan, hujaaaan…,

rain splash

Source: Google

Persisnya aku tak ingat betul kapan awal mula benar-benar suka dengan hujan. Hujan itu menenangkan. Sewaktu kecil, aku sering menjaga imajinasi saat hujan datang. Membuat alur-alur kehidupan baru yang sebenarnya mustahil terjadi (waktu itu). Namun kupercaya akan terwujud suatu saat nanti, meski tak tahu kapan. Seperti sedang membaca cerita dongeng ya. Sungguh, hujan telah menggilakanku. Membuatku gila dengan kehadirannya yang selalu membawa gelora dan sumringah yang tak bisa diukur. Letupan bahagia saat hujan datang sulit dibendung. Bahagia, bahagia dan bahagia. Dalam keterbatasan waktu yang dimiliki hujan, aku bisa menjadi aku seperti mauku. Setidaknya dalam pikiran dan hatiku. Bersama hujan aku bertumbuh. Bersama hujan aku membangun mimpi-mimpi itu, harapan-harapan yang tetap kujaga setinggi mungkin. Dan akan ku-touch up ia dalam bentuk karya. Apapun itu, bagaimanapun itu, hatiku selalu berteriak betapa ingin ia menjadi manusia yang berguna. Yang tak sia-sia, walau bagaimanapun rupa kehidupan yang akan datang. Hujan adalah ladang imajinasiku, tempat menabur benih cita-cita.

Tak jarang aku memohon kepada Tuhanku, Allahu Rabbi, Sang Pemilik hujan, Pengabul semua do’a, Pewujud harapan dan cita-cita, untuk membiarkan hujan berlama-lama menguyur tanah bumi. Kumat-kamit sambil bernadzar sesuai inginnya hati, yang nggak terlalu berat, mudah dilaksanakan (ala bocah kecil super polos) : “Ya Allah, semoga hujannya awet, hujannya awet, hujannya awet. Kalau hujannya awet, aku akan sholat lebih tepat waktu.“ Dan nadzar-nadzar nyeleneh lainnya. Begitulah, kenangan bersama hujan masa-masa kecil dulu. 🙂

Welcoming rain..

Wooow, itu sudah berpuluhpuluh tahun yang lalu. Sekarang, usia sudah hampir menuju seperempat abad. Tinggal hitungan bulan, maka genaplah usia seperempat abadku. They said this is my silver age. Oh reallyyyyy? Waktu memang terus berjalan tanpa henti. No pause, no rewind, no replay. There’s only play and will stop at the end of it’s time. Only God knows when my time is. Dan di usia yang kini, hujan masih dan (sepertinya) semakin membuat saya terpesona. Hujaaaan, I love you fuuuuuuull.

Source: Google

Source: Google

Yang terjadi sekarang sebenarnya nggak jauh berbeda dengan masa-masa kecil dulu. Kebersamaan bersama hujan masih menjadi ladang imajinasi. Tak jarang aku selipkan harapan di sela-sela awan. Semoga saja ia berkenan menyampaikannya ke Tuhan, Allahu Rabbii. Yah, hujan dan kehidupan. Kolaborasi yang lebih tepat untuk usia yang sekarang, bukan. Seringnya aku menyambut hujan dengan secangkir kopi atau teh panas. Perlu dicatat: Panas ya, bukan hangat. It’s totally different! 🙂

Wohohooo, penyambutan yang sederhana namun menyimpan triliunan makna. Atmosfirnya menjadi makin hangat apalagi obrolan di kepala seperti tak ingin bertemu jeda. Inilah salah satu kebahagiaan sederhanaku. Memintal dan merajut impian berasama hujan dan secangkir kopi atau teh panas. Bagaimana denganmu, kawan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s