Jakarta Luber (lagi)

Kamis, 17 Januari 2013…

Beginikah wajah banjir 5 tahunan Jakarta di 2013 ini?

154924_bundaranhiari
Source: Google

Lima tahun yang lalu, banjir juga sempat melumpuhkan Ibukota bumi pertiwi ini. Jakarta lumpuh total, karena banjir hampir menutupi seluruh permukaan tanah di Jakarta. Dan hari ini, Jakarta pun juga lumpuh. Daerah terparah yang terkena imbas banjir adalah wilayah-wilayah yang berlokasi di sekitar bantaran sungai. Jakarta dilintasi oleh banyak sungai dengan sungai Ciliwung yang paling besar dan tentunya bersumbangsih besar terhadap banjir.

Secara geografis, Jakarta dialiri (kurang lebih) 20 sungai dengan 13 sungai yang berpotensi besar menimbulkan banjir. Ketiga belas sungai tersebut bermuara di Teluk Jakarta, di antaranya adalah (sumber: Republika): Kalibaru Barat, Kalibaru Timur, Kali Cakung, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, Kali Mokervart, Kali Krukut, Kali Ciliwung, Kali Angke, Kali Grogol, Kali Pesanggrahan, Kali Sunter, Kali Cipinang.

Meski memiliki 184 situ yang tersisa namun situ yang ada pun tak cukup membantu banyak dalam mengurangi potensi banjir Jakarta. Terang saja begitu adanya, karena 184 situ itu tidak semuanya dalam keadaan baik. Daerah hijau dan resapan air itu perlahan-lahan dikikis lantas dijadikan perumahan, lokasi parkiran, bahkan ditimbun dan dibangun gedung-gedung beton. Oooh, tanah Jakarta kian sulit ditemui. Hanya beton, beton, dan beton. Bagaimana bisa Jakarta ini bebas banjir kalau kita perlahan-lahan malah melangkah menuju Jakarta banjir.

Sadar atau tak sadar, kitalah terdakwa atas banjir di Jakarta. Sadarkah kita dengan hal yang mungkin kita anggap sepele dan seringnya kita abaikan? Monggo diperiksa dan mari dibenahi mulai dari diri kita sendiri:

1. Dulu buang sampah sembarangan | Sekarang, harus buang sampah pada tempatnya.

Sadar gak sih kita asal membuang bungkus permen di mana saja. Sesuka hati membuang segel air minum mineral botol, tiket busway, tisu, dan sampah-sampah lainnya. Kalau dilihat sih kemasannya memang kecil. Mungkin waktu itu kita berpikir:”aah, sebungkus permen nggak mungkin bikin Jakarta banjir.” Atau malah  sama sekali gak pernah terpikir dampak menyumbatnya sampah itu nantinya. Well, tahukah kita betapa efek dari sebungkus permen itu besar? Ya banjir sekarang ini. Coba saja berpikir sederhana, sebungkus permen dikalikan dengan juta jiwa penduduk Jakarta. Maka dalam sehari saja paling tidak Jakarta mempunyai sampah bungkus permen. Itu baru sebungkus permen ya kawan. Bagaimana dengan sampah rumah tangga? Limbah industri? Woow, Jakarta produsen sampah juga ya. Lebih tepatnya sampah yang dibuang sembarangan. Jadi, simpel dan mudah saja kawan. Sedari sekarang mulai membiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Kalau tidak ada tempat sampah, masukkan ke tas atau saku, dan buanglah saat menemukan tempat sampah nanti.

2. Dulu, membiarkan saluran air seperti apa adanya | Sekarang, harus menjaga kelancaran dan kebersihan lingkungan.

Bahkan saluran tergenang airpun diabaikan begitu saja. Padahal rumah kita sudah terancam banjir kecil karena saluran air yang tak bagus. Entah karena kesibukan atau memang tak peduli, begitulah seringnya kita. Kalau saluran sudah mampet dan banjir datang, barulah keteteran kan. Sedari sekarang bisa kok membiasakan untuk rutin membersihkan saluran air minimal seminggu sekali. Bahkan seharusnya program ini adalah program rutin yang dilakukan secara bersama-sama dengan warga sekitar. Bisa dilakukan kegiatan kerja bhakti seminggu sekali bersama warga satu RT di bawah komando Ketua RT tentunya. Selain membuat lingkungan bersih, kegiatan silaturahmi juga semakin dipererat kan.

3. Dulu, Tidak memberi ruang hijau | Sekarang, harus Go green, back to nature.

Ini yang miris sekali. Bisa dilihat seberapa lebar halaman rumah yang masih ada tanahnya. Bahkan ada yang tidak memiliki area bertanah di rumah. Meski halaman hanya semeter pun, alangkah baiknnya menyisakan sedikit tanah untuk peresapan air. Membuat lubang resapan biopori penting ya, kawan. Drainase dan tata ruang kota penting untuk dipertimbangkan sedetail mungkin.

Sebenarnya ada banyak hal sepele yang berdampak besar. Dan tanpa kita sadari, tindakan sekecil apapun, akan turut menentukan kehidupan kita, lingkungan kita, bumi kita di masa depan. Semoga kita segera sadar lingkungan dan dan bersegera mengurai sebab banjir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s