another place to share

Buruhpun Bagian dari Keberlangsungan Negara

source: Lipsus.kompas.com

source: Lipsus.kompas.com

Sampai jumpa April, selamat datang Mei.

Kurang lebih intinya begitu sapaan singkat orang-orang saat tiba pada ujung April dan awal bulan Mei. Looks like a simple Hi and Bye.
Meninggalkan April yang riuh ramai dengan perayaan dan peringatan baik nasional maupun internasional, Meipun bakalan tak kalah ramainya. Karena Mei akan punya tambahan hari libur nasional terhitung mulai tahun 2014. Exactly, Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei ini, mulai tahun depan akan makin manis dengan warna merahnya di kalender kita. Hari Buruh resmi menjadi hari libur nasional. Setidaknya buruh sedikit bisa bungah karena salah satu dari tuntunan mereka sudah dikabulkan Presiden dengan persetujuan Kemenakertrans. Lalu, bagaimana dengan tuntutan-tuntutan yang lain?
Hari Buruh atau yang sering disebut May Day atau Labour Day yang juga diperingati oleh beberapa negara di dunia nampak begitu luar biasa di mata saya. Kesolidan buruh tidak bisa dipandang sebelah mata. Ratusan ribu buruh berbondong-bondong datang ke Jakarta demi agar untuk tuntutan-tuntutannya bisa dikabulkan pemerintah. Dan pawai orasi yang berlangsung setiap tahun itu nampaknya masih dianggap sebatas retorika oleh pemerintah. Tetap saja pemerintah seperti menarik ulur kebijakannya. Dan buruh Indonesia yang dinaungi oleh berbagai macam aliansi buruh pun makin alot dalam menuntut agar pemerintah segera mengabulkan lima tuntutan pokoknya: (1) Hapuskan Outsorcing dan sistem kerja kontrak, (2) Tolak perijinan penangguhan Upah (3) Laksanakan Jaminan Kesehatan (4)Menolak Kenaikan ВВМ (5)Terkait UMR yang dinilai masih jauh dari standar.

Terlalu banyak pertimbangan
Masih ingat kan isu kenaikan ВВМ beberapa bulan yang lalu? Yang pada akhirnya nggak jadi naik dan sekarang siap untuk dinaikkan kembali. Tajamnya kebijakan pemerintah tentang kenaikan ВВМ seperti pisau berkarat. Mendadak ditunda tapi mendadak jadi itu rasanya seperti mempermainkan kehidupan rakyat. Kebijakan itu mbok ya yang sigap, tegas apapun resikonya. Bukankah keputusan juga sudah dipertimbangkan resikonya? Akan lebih mudah diterima kalau tegasnya itu nggak pakai terlalu lama mikir dan mempertimbangkan ini itu. Karena rakyat pun akan terpontang panting dalam kebijakan yang abu-abu.
Belum lagi terkait masalah UMR yang hampir saja akan dinaikkan nominalnya, sekarang harus ditangguhkan oleh karena sebab yang saya rasa masuk dalam ranah abu-abu. Begitupun permasalahan outsourcing dan kerja kontrak yang masih langgeng jaya hingga sekarang. Dilihat dan diperhatikan, negara ini terutama pemerintah lebih suka berada di area abu-abu. Hitam nggak, putih pun nggak. Tidak ada kepastian dan kejelasan kebijakan.

Indonesia kan kaya, tapi….
Kalau dilihat secara menyeluruh, dari kacamata orang awam angka seperti saya, anggaran negara plus sumber penghasilan alam yang luar biasa banyaknya didukung SDM yang juga tak kalah banyaknya sanggup menyejahterakan rakyat. Mampu, paling tidak cukup untuk membuat rakyat hidup dalam ketercukupan pangan, pendidikan, sandang dan papan yang layak. Namun nyatanya kekayaan negara berkata tidak. Buruh masih belum terpenuhi hak dan kebutuhannya. Pendidikan carut marut dan utang negara terus membengkak tiap tahunnya dengan dalih untuk menambal kekurangan APBN dan menghidupi rakyat. Di lain sisi justru korupsi dan penelikungan dana masih saja abadi. Ironisnya lagi koruptor adalah abdi negara, pengemban amanah rakyat. Apakah ini yang disebut negara demokrasi? Dari, oleh dan untuk rakyat? Benar-benar negara para bedebah.

Kalau kata bang Oma. T- e – r – l – a – l – u….

Perlu digarisbawahi dan dibold dengan level maksimum bahwa buruh turut memasok pemasukan bagi negara. Buruh bekerja untuk perusahaan yang harus rajin membayar pajak ke negara. Semakin besar perusahaan, semakin banyak karyawan (buruh), semakin besar pula pajak yang diterima oleh negara. Apakah pemerintah lupa akan hal itu? Atau menunggu hal-hal makin buruk dengan pemasukan negara?
Sekali lagi, t – e – r – l – a – l – u ……..

Selamat Hari Buruh. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s