another place to share

#10 weeks: Having Fun with Insomnia

Sudah hampir tengah malam teng tapi mata belum juga kelihatan niatnya untuk segera pejam. Belum ngantuk. Seperti malam-malam sebelumnya, beginilah kehidupan malam saya. Susah tidur alias terjangkit insomnia. Sudah hampir dua bulan lebih insomnia attack jadi hama pengganggu istirahat malam saya. Beriringan dengan usia kehamilan. Sebelumnya pun saya juga sulit tidur saat malam, tapi kadar insomnianya masih bisa ditolerir. Masih cukup menampung jam istirahat malam dalam skala normal. Tidak seperti sekarang yang terkadang sampai subuhpun belum tidur meski sedetikpun. Walhasil tak jarang paginya ngantuk hebat.

Baca sana sini, tanya sana sini, dengar sana sini, ibu hamil memang akan lebih akrab dengan yang namanya insomnia. Dan nggak bisa dipungkiri bahwa (sebenarnya) insomnia ini cukup mengganggu ibu hamil. Terlebih untuk working moms-to-be yang paginya harus beraktifitas hingga sore hari (rata-rata minimal 8 jam sehari bahkan ada yang lebih). Iya kan moms? Menurut saya inilah salah satu keunikan dari proses kehamilan. Setiap mommy akan melalui proses yang unik dan tak sama. Penuh kejutan yang membuatnya jadi kenangan tak terlupakan. Kali ini serius deh mom, sebisa mungkin pasti moms-to-be ingin mengabadikan setiap moment dari proses kehamilan hingga kelahiran baby nanti. Tak ada henti-hentinya ngitung berapa lama ya dede’ lahir? Kapan ya? Jadi repot sendiri. Nggak jauh-jauh deh dari kerempongan emak-emak. Selalu ingin yang terbaik untuk putra atau putrinya kelak. Ini harga mati!
Jadi, dinikmati saja.

Kembali ke Insomnia..
Detik-detik insomnia saya biasanya saya hitung mulai pukul 23.00. Kalau jam segitu belum juga bisa tidur, maka saya harus dengan legowo bilang “selamat datang insomnia, main yuk.”
Well, it’s officially insomnia time!

Bagi saya insomnia itu membosankan. Semua orang tidur dengan lelap, sedang insomniaers butuh perjuangan setengah mati untuk sekedar memejamkan mata. pada akhirnya hanya TV yang bisa dijadikan teman setia. Menderita bukan? Oke oke. Agar nggak menderitanya nggak berkelanjutan, saya coba doing something fun untuk membunuh insomnia.

Pertama, selalu dan hampir nggak pernah luput dari yang namanya browsing. Selain sesekali mampir ke akun socmed, saya lebih sering berselancar ria mencari info-info seputar kehamilan dan perkembangan baby. Ini terbukti paling ampuh mampu membunuh bosan dalam insomnia.
Kedua, baca majalah kehamilan atau novel atau buku yang sedang sesuai dengan kapasitas mood dan otak. Waktu malam saya, biasanya otak sudah cukup lelah untuk mencerna buku-buku yang agak berat. Saya lebih suka membaca novel-novel yang ringan atau majalah kehamilan. Maklum, kemampuan berpikir ibu hamil memang agak terbatas (bahasa gaulnya telmi). Tapi tenang moms, kemampuan berpikir moms akan kembali seperti sedia kala setelah melahirkan kok.
Ketiga, menulis. Apapun yang ingin saya tulis, saya tuangkan dalam e-diary. Sesekali ngeblog seperti yang sedang saya lakukan sekarang. Atau kalau kapasitas otak masih mampu, saya coba menulis yang agak berat. Untuk koleksi pribadi saja, sesekali saya kirimkan ke media. Kalau bisa dimuat, rasa puasnya nggak terbayar lho. Bayarannya juga lumayan moms, bisa untuk tambahan beli popok baby, hehehe.
Keempat, mengisi malam dengan kegiatan DIY (do it yourself). Terus terang saya termasuk suka dengan sesuatu hasil karya sendiri. Buatan tangan. Dan ternyata, hampir semua elemen yang ada di sekitar kita especially home stuffs bisa dibuat sendiri. Asal kita mau sabar, telaten, mau belajar dan detail. Kalau tidak tahu atau mungkin bingung bagaimana proses pembuatannya, inet dengan senang hati sekali akan membantu, ini 2013 lho. Youtube sangat banyak sekali tutorial DIY, mulai dari yang sederhana sampai yang super ribet tersedia. Tinggal search and follow the instructions. Cara keempat ini lumayan, bisa menekan family expenses. Nantinya cash flow bulanan bisa tetap positif deh moms. Amaaan. Hehehe.

Dengan melakukan salah satu atau random dari keempat aktivitas tadi, insomnia saya serasa menyenangkan. Bumil kan nggak boleh stress, kudu ingat, stressnya mommy bisa berdampak ke baby yang di dalam kandungan lho. Jadi ya dinikmati dan dibawa enjoy aja. Apapun itu, harus selalu senang dan bahagia ya moms. 🙂
Lantas, bagaimana moms-to-be berkawan dan bersuka cita dengan insomnia?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s