another place to share

Indonesia in Your Hand goes to ASEAN in Your Hand

Mereview jejak rekam perjalanan hingga terbentuknya NKRI sekarang ini, maka merdekanya Indonesia tak luput dari rangkaian proses. Kini, rakyat Indonesia sampai pada titik diharuskan menjalani proses baru, tahap baru. Bukan untuk berjuang melawan dan mengusir penjajah namun untuk berjuang membawa negeri ini dan kita (bangsa Indonesia) menjadi kekuatan Asia Tenggara yang unggul dan mampu bersaing dalam berbagai sektor di kancah persaingan pasar tunggal se-Asia Tenggara bahkan dunia. Masih tersisa waktu dua tahun lebih untuk kita, Indonesia, mempersiapkan dan memantaskan diri dalam kompetisi kehidupan di kancah ASEAN Community 2015/ Komunitas ASEAN 2015.

ASEAN Community 2015/ Komunitas ASEAN 2015
Pada tanggal 31 Desember 2015, negara-negara ASEAN akan memasuki era baru tanpa lagi dibatasi oleh state boundaries. Inilah zaman kebebasan people to people interaction (interaksi antar orang) se-Asia Tenggara yang disebut Asean Community 2015/ Komunitas Asean 2015. Bisa dibilang inilah pasar bebasnya ASEAN. Komunitas ASEAN 2015 memiliki 3 pilar utama yang diharapkan dapat menjadi integrasi konstruktif berbasis kerakyatan bagi ASEAN, yaitu: (1) Komunitas politik keamanan ASEAN (2) Komunitas Ekonomi ASEAN (3) Komunitas Sosial Budaya ASEAN. Tujuan utama dari ASEAN Community 2015/ Komunitas ASEAN 2015 adalah terbentuknya pasar tunggal ASEAN. Maksudnya? Dengan berbasis pada 3 pilar utama tersebut, diharapkan ASEAN adalah kekuatan baru Asia yang mampu mensejajarkan diri dengan kebangkitan China dan India yang terus menunjukkan value positif. Menurut hemat saya, Komunitas ASEAN 2015 ini adalah Eropanya Asia. Salah satu upaya untuk mewujudkan integrasi politik keamanan yang berprinsip pada keamanan komprehensif, kebebasan ekonomi yang digawangi AEC 2015 (Asean Economic Community 2015), dan sosial budaya sebagai wadah yang mampu membawa value a caring and sharing community. Singkat kata, interaksi kita dengan orang-orang se-ASEAN akan jauh lebih mudah.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah Indonesia sudah benar-benar siap?

50:50 (fifty fifty)
Walaupun sebenarnya lebih mengarah kepada kebelumsiapan, namun waktu yang tersisa rasanya masih bisa untuk memupuk optimistis bahwa Indonesia siap menghadapi Komunitas ASEAN 2015. Diikuti dengan tindakan nyata yang diyakini bisa direalisasikan dalam tempo yang cepat namun tepat dan efektif. Banyak hal yang musti segera dipersiapkan, diantaranya SDM Indonesia yang tahan gempur, tidak mudah menyerah dan tidak konsumtif alias mudah tergoda belanja terlebih produk luar negeri baik yang harganya selangit hingga yang menawarkan harga murah. Inilah kelemahan kita saat ini, konsumtif dan tidak bisa menjaga gengsi. Betapa tidak, bahkan demi bisa bersaing dengan tren, banyak sekali produk tiruan asing alias KW yang sebenarnya diproduksi di dalam negeri, oleh orang-orang dalam negeri, dan beredar keras di dalam negeri pula. Padahal, kalau kita mau berbesar hati menengok hasil dalam negeri, banyak sekali produk dan merk Indonesia yang kualitas dan harganya pun mampu bersaing dengan produkdan merk luar. Inilah tingkah polah kita, tidak bias menjaga dompet dari godaan barang bermerk luar.

Nah, yang menjadi permasalahan kemudian adalah bagaimana menanamkan rasa bangga akan merk dan produk dalam negeri?

Kuatkan Merk dan Produk Lokal

Di sinilah point penting tugas pemerintah.  Maka tidak salah bila kampanye “Cinta Produksi dalam Negeri” betul-betul dijadikan hal pokok dengan urgensi tertinggi untuk dilakukan oleh semua elemen kehidupan di negeri ini. Keseriusan untuk menjadi bangsa yang kuat bias dilakukan selama ada kemauan. Dengan dukungan penuh semua warga Negara, waktu dua tahun pastilah cukup. Kalau dulu Indonesia bias merdeka dari penjajah, pasti Indonesia bias merdeka dari tsunami kegilaan akan merk dan produk asing. Kecintaan tanah air bias dipupuk kembali. Tinggal bagaimana pemerintah benar-benar serius menjadikan merk dan produk local sebagai raja, sebagai tuan rumah yang sebenarnya di negeri sendiri bahkan ASEAN hingga dunia.

Komunitas Blogger ASEAN

Jika diajukan pertanyaan tentang Komunitas ASEAN 2015, maka jawabannya seimbang seragam dengan pertanyaan tentang Komunitas Blogger ASEAN. Tahu hanya sekedar tahu saja bahkan ada yang tidak tahu sama sekali. Mengerikan. Sosialisasi sudah pada level amat sangat mendesak sekali, semendesak tenggat waktu yang masih tersisa sebelum 31 Desember 2015 nanti. Komunitas Blogger ASEAN, bagi saya adalah salah satu jembatan yang mampu mengintegrasikan keragaman pandangan, visi, identitas, dan seabrek elemen yang dimiliki orang-orang ASEAN. Cikal bakal yang efektif untuk membentuk Komunitas ASEAN 2015. Mengapa demikian? Blogger yang notabene penulis (bahasa saya) dunia maya memiliki kesamaan visi yaitu aktif dan terus eksis dalam menulis. Menjadikan blog sebagai salah satu wahana berbagi tulisan, pengalaman, dan sebagainya. Jiwa blogger tak mengenal perbedaan. Sebelum melangkah menuju Komunitas ASEAN 2015Komunitas Blogger ASEAN seumpama pemantik yang selalu fresh dan nggak melempem. Ada baiknya melatih kekuatan diri dengan Komunitas Blogger Indonesia yang merupakan komunitas blogger local yang bermuara kepada Komunitas Blogger ASEAN.

Maka memperkuat komunitas-komunitas lokal termasuk salah satu cara untuk mempersiapkan Indonesia di Komunitas Blogger ASEAN juga Komunitas ASEAN 2015. Bertolak dari kuatnya komunitas-komunitas  lokal, maka indonesia akan kuat di komunitas ASEAN bahkan dunia. Harapan saya, Indonesia semakin bangkit dengan akan diresmikannya Komunitas ASEAN 2015. Bukan sebagai momok namun justru sebagai pemacu untuk terus bertumbuh dan bertumbuh.

Advertisements

2 responses

  1. Pingback: Update Peserta Lomba Blog ASEAN | ASEAN Blogger Festival 2013

  2. Hi, mohon ijin berbagi informasi ya… Yuk ikutan #ZockoUnlocked Blogging Competition berhadiah iPhone 5S atau iPad Mini! Untuk info lengkap silakan kunjungi http://weare.zocko.com ya dan jangan lupa sign up di http://www.zocko.com terlebih dahulu! Kami tunggu ☺

    16/02/2014 at 10:37 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s