Salon Indonesia Harus Punya Nyali #10daysforASEAN

source: http://www.samlemonfc.blogspot.com
source: http://www.samlemonfc.blogspot.com

Negara-negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam wadah ASEAN dikenal dengan kearifan lokal yang begitu kaya. Keindahan alamnyapun terbilang masih terjaga dan menjadi destinasi wisata incaran para traveller dan penikmat keindahan surga dunia. Di era globalisasi ini, ASEAN masih mampu mempertahankan keetnikan dan keunikan yang merupakan identitas kuat ASEAN. Kultur budaya yang memilki kemiripan antara negara satu dengan negara lainnya semakin menguatkan alasan dibentuknya ASEAN ini. Tak salah bila Amerika Serikat pun menaruh perhatian tinggi atas ASEAN dan membentuk tim khusus untuk mendukung keberlangsungan ASEAN melalui US Mission to ASEAN dengan Duta Besarnya David L. Carden.

Tak salah juga bila sebelas traveller asal Indonesia mengkodifikasikan keindahan beberapa negara ASEAN dalam buku berjudul “the DestinASEAN”.

source: afastar.wordpress.com
source: afastar.wordpress.com

Saya rasa buku tersebut adalah dedikasi untuk kecintaan terhadap alam ciptaan Tuhan yang bernama Asia Tenggara termasuk negara tercinta Indonesia. Setiap negara terlihat makin gagah dengan keindahan alam dan semua kekhasan yang menjadi ciri khas masing-masing. Berbicara soal ciri khas, Indonesia memiliki keanekaragaman ciri khas atau bisa dibilang sesuatu yang Indonesia banget paling banyak jumlahnya. Tentu saja, secara teritorial wilayah Indonesia adalah yang paling luas di ASEAN. Maka hal-hal yang sangat ngIndonesia sekali juga menjadi yang paling banyak dan entah berapa jumlahnya. Kita patut berbangga hati sekaligus pintar-pintar menjaga kekayaan negeri sendiri. Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah kebingungan untuk mematenkan, menjaga dan melestarikan kultur serta kearifan lokal karena saking banyaknya. Belum lagi kampanye negara-negara ASEAN lain akan keinahan negaranya nampak sangat memikat dan menggoda.

Hal ini terbukti dengan walaupun Indonesia kaya akan tempat wisata yang indahnya bukan main, tetap saja Indonesia tercatat sebagai wisatawan paling doyan jalan-jalan ke luar negeri. Untuk wilayah ASEAN, Thailand dan Singapura adalah negara-negara yang paling diminati wisatawan asal Indonesia. Thailand dengan slogan kampanye budayanya “Amazing Thailand” mampu menyedot ketertarikan orang-orang Indonesia untuk datang langsung ke negaranya, menyaksikan kebenaran keindahan dan kearifan lokal yang ditawarkannya.

Lantas apa yang terjadi bila ASEAN Community 2015 nanti digongkan?

Ketika kemudahan berinteraksi dan bersosialisasi menjadi hal yang biasa, maka perputaran industri dan persaingan pasar semakin kuat. Setiap negara akan berlomba-lomba mempromosikan dan merebut pangsa pasar agar tertarik dengan kekhasan negaranya. Nah, salah satu yang sering orang Indonesia cari ketika berkunjung ke Thailand adalah salon yang menawarkan pijat bernama “Thai Massage”. Belakangan, istilah Thai Massage mulai naik daun dan banyak dicari-cari oleh penikmat relaksasi dan massage. Ketika ASEAN Community nanti diresmikan, akan sangat mudah bagi pengusaha-pengusaha asing untuk membuka usaha di Indonesia.

source: www.thaisun.pl
source: http://www.thaisun.pl

Nah, apa jadinya bila Thai Massage yang orisinil dari negeri gajah putih membuka gerai salonnya di Indonesia? Komplit dengan massaseur asli Thailand, bersertifikat Internasional pula?

Tentu menjadi hal yang menguatirkan bagi keberadaan salon-salon yang menawarkan massage di Indonesia. Thai massage dikenal sebagai massage tanpa minyak yang fungsi utamanya untuk peregangan dan penekanan menggunakan sikut dan lengan. Biasanya, badan akan dipijat, diinjak, dipukul, bahkan dipelintir hingga 180 derajat. Relaksasi yang wow namun justru karena wownya itu membuatnya banyak dicari bahkan kemudian diminati. Bahkan ada sertifikat khusus untuk massaseur Thai Massage. Sedangkan Indonesia dikenal dengan Balinese massage yang penuh kelembutan dan pijatan ringan. Meskipun di Indonesia, Balinese massage tidak mudah ditemui di salon-salon dan spa. Ditambah dengan cost yang tinggi, Balinese massage masih menjadi barang mewah di negeri sendiri. Sedangkan Thai massage, biasanya dibanderol dengan harga relatif murah di negeri asalnya. Hal ini tidak menutup kemungkinan Thai massage akan juga memberikan kemurahan harga bila membuka gerai di Indonesia. Yang terjadi kemudian adalah akan makin merebaknya Thai massage di Indonesia asli Thailand karena ia tahu ia adalah merk yang dicari-cari. Sebenarnya pijat urut seperti Thai massage juga bisa ditemui di Indonesia, namun tidak semua pijat mengaplikasikan peregangan dan penekanan dengan cara seperti itu.

Packaging Merk dan Produk Secantik Mungkin

source: www.ekabaliholiday.com
source: http://www.ekabaliholiday.com

Lagi-lagi kita harus belajar menciptakan ruang bangga dan cinta untuk merk dan produk Indonesia. Meskipun Indonesia memiliki beragam jenis massage atau sebut saja pijat atau urut, sayangnya belum ada keresmian istilah atau kekomersilan merk atas pijat/ urut Indonesia (kecuali Balinese Massage). Belum lagi banyak sekali pijat-pijat yang sebenarnya bagus, sesuai keinginan dan murah. Perlu diingat bahwa cost murah saja belum tentu menarik hati. Tak heran bila salon-salon dengan cost tinggi mulai merebak di Indonesia karena memberikan fasilitas yang juga bagus dan mahal a la bintang lima.
Merk dan produk salon Indonesia pun saya rasa bisa semenggelegar Thai Massage ketenarannya bila kita mengemasnya dengan apik dan cantik namun dengan cost yang masih terjangkau. Menyediakan tempat yang bersih, wangi, tertata rapi ditambah dengan pelayanan yang ramah, bersih dan wangi. Pasti akan lebih menarik hati dan simpati customer bila meletakkan keetnikan dan keunikan khas Indonesia. Sehingga kenyamanan selama berada di salon akan makin membuat betah. Satu hal yang tak kalah penting dari kualitas pelayanan adalah kemampuan berbahasa yang baik. Bahasa Inggris tetap harus dijadikan prioritas utama untuk menekan ketaksiapan dalam ASEAN Community 2015.

source: www.matahari-beach-resort.com
source: http://www.matahari-beach-resort.com

Sertifikasi salon dan massaseur? Kenapa nggak!

source: www.tmcschool.com
source: http://www.tmcschool.com

Thailand sudah selangkah lebih maju dengan memiliki banyak salon-salon dan massaseur profesional yang bersertifikat. An akan sangat mudah menemukan lembaga-lembaga training dan pelatihan untuk massaseur di sana. Perlu digarisbawahi bahwa dengan sertifikat, sudah menjadi nilai plus tersendiri karena salah satu hal yang akan diperhitungkan dalam ASEAN Community 2015 nanti adalah sertifikat alias ijazah. Tentu akan makin menarik bila Indonesia juga menerapkan hal yang sama. Menyediakan lembaga-lembaga pelatihan khusus bersertifikat untuk para massaseur dengan dibekali ilmu yang sesuai dan etiquette sebagaimana seharusnya. Rasanya tak ada ruginya bila ada sistem sertifikasi/ akreditasi salon. Semacam uji kelayakan salon. Toh inipun masih dalam rangka memajukan SDM dan fasilitas Indonesia menghadapi ASEAN Community 2015. Ibarat akan bertempur, maka properti tempur pun harus dipersiapkan dengan baik dan maksimal.

source: thaitouch.co.nz
source: thaitouch.co.nz

Efektif tidaknya tentu bergantung juga pada mau tidaknya kita untuk mulai menggemari salon-salon negeri sendiri. Untuk tidak bosan memberi masukan dan saran bila dirasa ada yang kurang. Untuk bersama-sama membangun ruh salon Indonesia. Bayangkan betapa kerennya salon-salon Indonesia dengan pelayanan profesional, kenyamanan venue, dan kemahiran berbahasa Inggris para massaseurnya. Kemudian dengan bangga mengenalkannya kepada dunia. Ini lho Balinese massage, ini lho Javanase massage, ini lho Bugis massage, ini lho INDONESIA MASSAGE.
Ketika kekuatan word of mouth akan positive value dari salon Indonesia mulai bekerja, maka salon Indonesia pun dengan sendirinya sudah siap disejajarkan dengan salon manapun, termasuk salon Thailand yang tenar dengan Thai Massagenya.

Waktu yang tersisa hanya tinggal dua setengah tahun menuju ASEAN Community 2015. Bukan waktu yang lama namun tak boleh larut dalam pesimistis. Jadi, bisa kan kita berbenah diri?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s