another place to share

Berwisata dan Visa

Sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya taat dan patuh terhadap peraturan dan tata tertib yang berlaku. Baik ketika berada di negara sendiri maupun saat datang bertamu ke negara seberang. Saat hendak berkunjung ke negara lain untuk kepentingan apapun, kejelasan identitas diri sangat penting. Itulah sebabnya passport dan visa tak ubahnya seperti nyawa kita. Tanpa keduanya, bisa diusir alias dideportasi dari negara tersebut. Coba yuk menerjemahkan sekaligus menjawab tantangan #10daysforASEAN hari keempat yang menawarkan tema spektakuler yaitu tentang visa (visa dokumen ya, bukan visa merek yang suka ada di kartu atm or kartu kredit). Kali ini bertolak dari sulitnya datang berwisata ke Myanmar tanpa visa. Lhoh, kenapa begitu? Yuuuk ah, coba pelan-pelan diurai benang merahnya.

Apa sih pentingnya visa?

Visa itu semacam izin datang berkunjung ke negara yang hendak dikunjungi. Biasanya ditempelkan pada passport atau bisa dalam bentuk stempel dan akan dicoret bila sudah tidak bisa dipakai lagi aka habis masa pemakaian. Tapi ada juga yang dibiarkan begitu saja. Yang jelas, passport dan visa itu saling berpegangan. Klop terus.

Kalau kata Wikipedia begini nih:

“Visa adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu.”

SOURCE: en.m.wikipedia.org

SOURCE: en.m.wikipedia.org

Periode waktunya? Ya mau berapa hari disana. Tujuan tertentu? Ya sesuai dengan tujuan datang ke negara tersebut. That’s way ada bermcam-macam jenis visa, seperti visa bisnis, visa bekerja, visa wisata, dan lain-lain. Bayar ga? Ya bayar dung ya. Tapi ada juga yang free. Rate harga pembuatan visa tidak berlaku sama di setiap negara karena kan disesuaikan dengan kurs mata uang juga tentunya. Bikinnya dimana? Permohonan pembuatan visa bisa diajukan di kedutaan perwakilan negara yang ingin dikunjungi di negara kita. Ingat, membuat visa membutuhkan waktu, jadi usahakan jangan terlalu mepet ya buat visanya. Ada juga Visa on Arrival (VoA), kita bisa mengurus visa setibanya di negara tujuan. Tapi tidak semua negara menyediakan fasilitas VoA.

Nah, khusus ASEAN, ada kemudahan yang bisa didapatkan bagi sesama warga ASEAN yang ingin datang berwisata ke negara-negara ASEAN. No need visa, saudara-saudara. Kecuali datang ke Myanmar. Ingat ya, free visanya kalau tujuan wisatanya negara ASEAN selain Myanmar. Kecuali Myanmar. Karena tetap akan dijagal petugas kalau tidak punya yang namanya visa.

Jadi, visa akan menjadi penting saat berkunjung wisata ke Myanmar. Ohhohooo, Myanmar ketat sekali ya. Kenapa sih?

Myanmar? Ada apa dengan Myanmar?

Pernah nonton film Aung San Suu Kiy? nah, kurang lebih begitulah gambaran Myanmar. dan memang seperti itulah yang paling sering kita (saya maksudnya) dengar  tentang Myanmar. Adalah pergolakan poitik dalam negeri yang kayanya gaaaaak ada habisnya. Konflik internal di Myanmar seperti sudah menjadi bahan pokok di setiap berita. Myanmar juga sangat dikenal dengan pelanggaran HAMnya. Sejak Burma berubah menjadi Myanmar, Junta militer yang dikenal dengan The State Peace and Development Council (SPDC) berkuasa dengan sangat kuat dan berperan atas otoritas dalam segala aspek kehidupan di Myanmar. Yangmenambah keprihatinan saya PBB dan negara-negara saudaranya (ASEAN) seperti susaaaah sekali untuk turut menyelesaikan konflik internal yang mengular ini. Lagi-lagi aroma politik berperan penting disini. Mudah-mudahan cepat selesai, tuntas, tanpa bekas ya. Menjelang ASEAN Community 2015 ini, alangkah akan makin terasa komunitas ASEANnya bila Myanmar dengan segera menuntaskan konfliknya agar tak ada lagi imbas politik bagi warga negara lain. Salah satunya ya berkaitan dengan visit Myanmar without visa for ASEAN Community. Kan lebih klop jadinya. Kurnag fair dung kayanya, warga Myanmar berkunjung wisata ke negara-negara ASEAN lainnya nggak perlu pakai visa, tapi tidak berlaku sebaliknya. Ooooh, betapa nggak seimbang sekali realita ini. Daripada terus berkonflik, jauh lebih baik mempersiapkan ASEAN Community 2015 nanti, salah satunya memaksimakan sektor pariwisata yang menggiurkan itu lho. Tunjukkan pada dunia keseribuan batu batamu, wahai Myanmar.

Jadi (lagi), semoga dengan ditandatanganinya SMART VISA bulan Juni lalu dalam WEF (World Economic Forum) yang juga diselenggarkan di Myanmar, Myanmar akan sangat dengan terbuka menerima kunjungan wisata para wisman tanpa mengharuskan adanya visa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s