Dunia akan Takluk pada Robusta dan Arabika ASEAN

source: www.toper.com
source: http://www.toper.com

Kopi. Siapa yang gak kenal kopi. Apalagi untuk para blogger. Kopi dan blogger itu tak bisa dipisahkan. Mengikat satu sama lain. That’s in my opinion lho ya. Menyoal soal kopi, paling pas nyeruputnya sambil duduk manis ditemani buku dan hujan (mulai drama deh). But it works for me lho, saudara-saudara. Momentum spesial milik kopi adalah ketika kopi bertemu hujan dan bacaan. Kopi juga teman paling setia untuk menemani menghabiskan deadline. That’s the beauty moment of enjoying a cup of coffee. What about you?

Jangan drama dulu ya, sekarang bukan mau menyoal nikmatnya kopi di waktu hujan tapi tentang peran kopi dalam pertarungan pasar dunia. Terutama peran kopi untuk turut serta menyemarakkan kuatnya pasar ASEAN setelah ASEAN Community 2015 nanti. Wuiiih, kalau kopi saja bisa turut ambil peran dalam ASEAN Community 2015, lalu apa kabarnya kita? Apa peran kita?

Indonesia dan kopi

Dunia dengan bangga mengakui betapa nikmatnya kopi Indonesia. Dan sebagai penghasil kopi, Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia setelah Brazil dan Vietnam. Bayangkan, nomor tiga di dunia! Kurang keren apalagi sih Indonesia ini. Kurang dikit ya kerennya. Melihat luasnya area yang cucoook untuk menanam kopi, rasa-rasany Indonesia mampu menjadi penghasil kopi uenak nomor wahid di dunia. Pati setuju kan? Menurut menteri pertanian M.S. Hidayat, Indonesia hingga saat ini memiliki lahan kopi seluas 1,3 juta hektar. 1 juta hektar untuk tanaman kopi jenis arabika, dan sisanya untuk jenis robusta.

Kopi andalan Indonesia adalah kopi jenis arabika dan robusta. Apa sih bedanya? Berikut penjelasan wikipedia:

source: www.kopimataangin.blogspot.com
source: http://www.kopimataangin.blogspot.com
source; www.citraindonesia.com
Arabika | source; http://www.citraindonesia.com

Arabika: Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik.Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini.Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia. Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600-2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

source: www.pasardana.com
Robusta | source: http://www.pasardana.com

Robusta: Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak.Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.

source: www.kkkmedicine.blogspot.com
source: http://www.kkkmedicine.blogspot.com

Selain kedua jenis kopi di atas, ada kopi yang harganya selangit mahalnya namun banyak dicari para pecinta kopi yang rela merogoh kocek super dalam hanya untuk menikmati secangkir kopi. Anda benar. Kopi luwak. Konon kopi luwak bisa menembus harga Rp. 1.500.000/ setengah kilo gram. Maqnifique! Ruaaar biasaaaaa! Kopi turunan dari jenis arabika dan robusta ini menjadi rajanya kopi Indonesia bahkan dunia. Harganya mengungguli kopi-kopi yang unggulan Indonesia seperti  kopi Aceh Gayo, kopi Sumatera Mandailing, kopi Tapanuli, kopi Lampung, kopi Jawa, kopi Kintamani, dan kopi-kopi lainnya.

source: www.postharvestnotes.wordpress.com
source: http://www.postharvestnotes.wordpress.com

Jelas ya betapa kopi kita sangat diminati dunia. Artinya, jelas juga ya prospek ekspor kopi terutama jenis luwak sangat berpotensi besar dan bisa mendatangkan income yang besar juga bagi negara. Tapi kenapa kita masih berada di peringkat ketiga? Masih kalah dengan sesama negara ASEAN yang jika dilihat dari letak geografisnya, Indonesia jauh lebih potensial menghasilkan kopi produksi unggul lebih banyak dan lebih baik lagi.Lagi-lagi kenapa?

Vietnam dan kopi

Management produksi kopi di Vietnam sudah professional dan canggih saudara-saudara. Meski dikelola oleh swasta dan BUMN, bisa dipastikan minim penikungan di sana sini. That’s why kopi Vietnam mampu menjadi komoditi ekspor utama nomor dua setelah beras di negara dengan julukan Vietnam Rose tersebut. Vietnam benar-benar membuktikan betapa agraris sekali negerinya. Good job, Vietnam. Apa bedanya dengan kopi Indonesia? Monggo, berikut menurut Wikipedia:

Kopi khas Vietnam (daerah Buon Ma Thuot) memiliki persifatan yang membedakannya dari kopi-kopi lain berikut cara penyajiannya:

  1. 1.     Daerah Buon Ma Thuot digolongkan ke dalam “iklim mikro” (micro-climates) oleh ilmuwan Eropa yang dikontrak oleh industri swasta. Di daerah ini, beberapa varietas kopi dapat tumbuh, termasuk Arabika, Robusta, Chari (Liberika), Catimor, dan beberapa varietas asli Arabika seperti Arabica SE. Produsen kopi Vietnam mencampur beberapa varietas biji kopi untuk menghasilkan persifatan dan kesetimbangan rasa yang unik.
  2. 2.     Biasanya kopi dipersiapkan dalam satu cangkir untuk satu orang disertai dengan alat penyaring yang disebut phin. Pada umumnya kopi disajikan di pinggiran meja bersamaan dengan proses penyeduhan. Penggunaan susu kental manis menggantikan susu segar adalah disebabkan ketersediaannya yang luas dan mudah disimpan di wilayah beriklim tropika. Susu kental manis juga digunakan untuk memberi rasa manis pada larutan kopi. Cara seperti ini telah menjadi tradisi karena rasa seperti inilah yang lebih disukai oleh orang Vietnam.
  3. 3.     Kopi dapat diseduh kemudian diberi es untuk menciptakan cafe da, atau jika dicampur susu kental manis akan disebut sebagai cafe sua da.

    source: www.thefoodpot.wordpress.com
    salah satu kopi Vietnam yang sudah manis dalam kemasan | source: http://www.thefoodpot.wordpress.com

Mampukah kopi menjadi komoditas utama ASEAN di ASEAN Community 2015 nanti?

Melihat hubungan bilateral yang terjalin baik antara Indonesia dan Vietnam, ada optimistis dan peluang besar akan kerjasama antar kedua negara untuk lebih bersinergi dan berfokus akan produksi kopi. Sebagaimana dilansir portal berita online Repubika tentang penandatanganan MoU kerja sama pertanian serta perjanjian di bidang ekstradisi dan mutual legal assistance  antara Indonesia dan Vietnam tanggal 27 Juni lalu. Kedua MoU ini akan memperkuat komitmen Indonesia dan Vietnam untuk saling membantu dalam penanganan kasus-kasus yang mengkait pada kedua negara. Sebelumnya MoU kerja sama pemberantasan korupsi juga telah ditandatangani antara Komisi Pemberantasan Korupsi Indonesia dan Inspektorat Pemerintah Viet Nam pada 27 Mei 2013.

Nah, sudah ada kesamaan visi dalam penguatan pangan dan sektor pertanian, tinggal dipoles dan dibicarakan lebih matang dengan strategi yang pas dan tepat guna, dengan kerjasama yang sedemikian rupa tentang bagaimana memperkuat produksi kopi sebagai kekuatan  ASEAN menjelang ASEAN Community 2015. Kerjasama ini perlu melibatkan para petani kopi local yang juga harus turut serta menyukseskan planning keren dalam mensinergikan kopi sebagai kekuatan produk ekspor ASEAN. Dukungan pemerintahpun juga harus riil dan konsisten. Benar-benar serius dan greget. Saya yakin (pake banget) kalau implementasinya benar-benar serius dan konsisten, kopi akan jadi raja di ASEAN. Yakiiiiin.

Yuuuk ah ngopi cantik kalau begitu. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s