another place to share

Laos Buzzes for ASEAN Community 2015 #10daysforASEAN

Sudah sampai di hari keenam, giliran negara Laos yang akan saya sambangi hari ini. Terus terang Laos adalah negara yang paling mudah untuk saya hapal ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Terang saja, laos adalah bumbu dapur yang tak pernah absen dari dapur ibu saya. Terlebih, dalam pelajaran tata boga dan pramuka, jenis tanaman yang dikategorikan empon-empon ini selalu ikut andil sebagai bahan-bahan yang harus diingat-ingat terus baik dari aroma, bentuk, tekstur, rasa hingga kegunaannya. Jadi, laos sudah amat sangat familiar di telinga saya. Sudah ya membahas laos si bumbu dapur. Sekarang back to the main topic, negara Laos atau yang kerap disebut Republik Demokratik Laos. Di hari keenam dari sepuluh hari yang ditargetkan, ASEAN Blogger memberikan tema yang bagi saya membutuhkan analisa super dalaaaam banget (berlebihan ah).

Sebelum melangkah ke Laos, saya ingin mereview kembali tujuan didirikannya ASEAN sebagaimana disepakati oleh lima negara pemrakarsa dan pendiri ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina) yang tertuang dalam Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN dibentuk dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Mepercepat pertumbuhan ekonomi, kemajua sosial dan perkembangan kebudayaan di Asia Tenggara.
  2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional Asia Tenggara.
  3. Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknologi, ilmu pengetahuan dan administrasi.
  4. Memelihara kerjasama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada.
  5. Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.

Sebenarnya, menurut pendapat saya,  pembentukan ASEAN Community 2015 sudah linear dan sejalan dengan tujuan dibentuknya ASEAN. Bisa dilihat dari tiga pilar yang diusung AC2015 yaitu:

  1. Komunitas politik keamanan ASEAN, tetap berorientasi pada ASEAN yang damai, aman, bebas dari senjata nuklir dan senjata pemusnah missal lainnya.
  2. Komunitas ekonomi ASEAN, untuk meraih kemitraan ekonomi regional yang komprehensif.
  3. Komunitas Sosial Budaya ASEAN, agar permasalahan menyangkut sosial budaya di ASEAN bisa diselesaikan bersama-sama sehingga lebih efektif dan efisien.

Ketiganya adalah elemen menuju integarasi konstruktif berbasis kerakyatan di wilayah Asia Tenggara. Bisa dibilang ASEAN Community 2015 semacam sekuelnya ASEAN, atau bisa juga disebut sebagai salah satu prokernya ASEAN. Dengan syarat ada komitmen integrasi yang benar-benar konstruktif dan konsisten antar negara ASEAN. Untuk itu, perlu sekali sinergi positif untuk mencapai competitive advantage bagi ASEAN. Maka, setiap negara memiliki peran penting untuk mencapai tujuan ASEAN Community 2015 yang satu padu dan bersinergi.

Back to Republik Demokratik Laos a.k.a. Laos

Secara geografis, laos merupakan satu-satunya negara ASEAN yang tidak mempunyai laut. Letaknya diapit oleh negara-negara ASEAN yaitu Thaiand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan juga RRC di barat laut. Dipimpin oleh presiden sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Satu-satunya partai politik yang diakui di Laos adalah Partai Revolusioner Rakyat Laos(LPRP). Jenis kekuasaan negara Laos adalah republik sosialis dan berbentuk kesatuan. Sistem pemerintahannya adalah presidensil (republik) dan parlemennya merupakan Unikameral.

Laos, sebagai negara kedelapan yang bergabung dalam ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997 (16 tahun), masih kurang berperan aktif dalam ASEAN dan tertutup terhadap dunia luar. Keadaan sudah lebih baik ketika pada tahun 2004 Laos mulai membuka diri dengan negara lain terutama negara-negara ASEAN dengan melakukan kerjasama dalam berbagai bidang. Meski demikian, Laos belum benar-benar total dalam membuka diri. Hal ini terlihat dari tak banyaknya kebijakan-kebijakan berarti yang dibuat oleh Laos menyangkut isu-isu yang berkembang dalam tubuh ASEAN. Bahkan, Laos masih memiliki kecenderungan tertutup akan informasi terhadap dunia luar. Pembatasan penggunaan social media di Laos masih dibatasi. Sedangkan ketiga pilar yang diemban oleh ASEAN Community 2015 akan sangat dipengaruhi oleh keterbukaan informasi dan jaringan network yang masif, efektif serta terintegrasi. Salah satunya sosial media.

Laos dan ASEAN

Karena tidak memiliki wilayah laut, Laos mengandalkan hasil pertanian, hutan dan pertambangan sebagai sumber utama penghasilan negara. Dan untuk memenuhi kebituhan konsumsi ikan, Laos harus mengimport dari negara-negara agraris termasuk Indonesia. (Yuk deh kita banyak-banyak bersyukur punya laut yang sedemikian luasnya). Namun, dari sektor wisata, Laos masih mempunyai sesuatu yang bisa dijual dan menmbah devisa negara. Berikut ini adalah beberapa keindahan alam alam di Laos yang saya ambil dari blognya http://soulbluezer.blogspot.com :

  1. Mekong River

  2. Wisata di Ban Pak-Ou
  3. Wisata di Luang Prabang

  4. The Savannakhet Dinosaur Museum
  5. Van Phou Temple

Melihat situasi dan kondisi Laos yang nyaris tidak memiliki sesuatu yang spektakuler dan membuat dunia terperangah sebagaimana negara-negara ASEAN yang lain, pesimistis akan peran Laos dalam ASEAN Community 2015 pun nyaris ada. Bukan bermaksud mendiskriminasi ya, tapi coba mari kita lihat perbandingan berikut:

  • Malaysia, gagah sebagai macan Asia Tenggara dalam bidang wisata. Truly Asia-nya berhasil menarik perhatian dunia dan meningkatkan devisa negara secara besar-besaran pula.
  • Thailand, adalah negara kedua setelah Malaysia (di ASEAN) yang meraup devisa lebih dari sector pariwisata. Manajemen dan konsistensi dlam membangun dan mempertahankan kualitas terus dilakukan.
  • Indonesia, selain sektor pariwisata, hasil bumi Indonesia yang ,melimpah ruah juga menjadikan Indonesia negara pengekspor (meski sekarang sedang agak suka import) dan masuk dalam OPEC, perkumpulan negar-negara penghasil minyak.
  • Singapura, negara dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi dan pemilik jumlah pengusaha tertinggi di Asia Tenggara. Bisa dikatakan Singapura adalah negara transit atas segala aktivitas yang terjadi di ASEAN. Singapura yang maju.
  • Filipina, seperti halnya Indonesia, Filipina adalah negara maritime yang penghasilan lautnya menjadi komoditi ekspor.
  • Brunei Darusslam, meski negara keci, pendapatan perkapita negara ini sangat tinggi. Wajar bila tak ada rakyat miskin di Brunei. Semua terjamin oleh negara.
  • Vietnam, sebagai negara penghasil kopi terbesar kedua di dunia, Vietnam cukup mampu meningkatkan kehidupan ekonominya. Sektor wisata juga cukup dikenal dunia.
  • Kamboja, sektor wisata memegang peranan penting. Bahkan Angkor Wat sempat mengeser posisi Borobudur dari tujuh keajaiban dunia. Kamboja pelan-pelan bertumbuh dalam meningkatkan devisa negara.
  • Laos, kurang maksimal dalam membangun sektor pertanian, hasil hutan dan pertambangan cukup berperan dalam menyumbang ketakstabilan ekonomi Laos.
  • Myanmar, konflik internal yang masih bergulir hingga saat ini makin memperpuruk keadaan ekonomi meskipun potensi pariwisata sangat besar untuk meningkatkan pemasukan negara.

Dari komparasi singkat versi saya di atas, Laos harus bergreliat cepat. Mengejar dan mensejajarkan siri dengan negara ASEAN lain. At least, bisa berperan aktif dalam menghadapi ASEAN Community 2015.

Kontribusi Laos dalam ASEAN Community 2015?

Saya rasa Laos bisa mengimplementasikan beberapa hal sebagaimana yang disampaikan Menteri Luar Negeri kita, Marty Natalegawa saat berdialog dengan koresponden media asing di Foreign Correspondent’s Club of Thailand, Bangkok, untuk mencapai tujuan ASEAN Community 2015, hal-hal yang perlu dilakukan negara-negara ASEAN di antaranya:

1.  Trust and confidence

Keyakinan dan kepercayaan diri perlu dimiliki oleh Laos akan kemampuannya dalam mendukung dan berperan serta dalam ASEAN Community 2015.

2. Mendorong penyelesaian permasalahan secara damai (peaceful settlement of disputes)

Konflik baik internal maupun eksternal adalah hal yang sangat mungkin terjadi, sangat mungkin dialami oleh setiap negara. Disinilah Laos bisa berperan aktif dalam usaha turut serta meningkatkan perdamaian ASEAN. Sebagai contoh sederhana dalam ketaksepahaman antara Kamboja dan Filipina akan perbatasan laut Cina selatan. Laos bisa menjadi negar sentral sebagaimana negar-negara ASEAN lainnya dalam mendamaikan kedua negara yang sedang berkonflik tersebut. Begitu juga bila ada konflik-konflik antar negara ASEAN lainnya.

3. Menumbuhkembangkan  paradigma baru interaksi antar negara yang berlandaskan kerjasama

4. Menjaga ketahanan ekonomi kawasan (economic resilience)

Wilayah ASEAN ini basicnya memiliki wilayah yang masih efektif untuk pertanian kecuali Singapura. Dengan memaksimalkan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan, saya rasa tidak aka nada kelaparan dan kekurangan makanan. Laospun sangat potensial dalam bidang pertanian, nah, mencapai surplus pangan tentunya bukan hal yang tidak mungkin selama serius dan sungguh-sungguh melakukan.

At least, bila empat hal tersebut bisa diimplementasikan dengan baik dan konsisten, Laos bisa turut serta menyukseskan one vision, one identity, one community bisa terwujud. Semoga ya, aamiiiin.

Referensi:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s