another place to share

Enjoy Jakarta, Enjoy Indonesia, Enjoy ASEAN

Akhirnya kaki ini menapak juga di ibukota. Setelah sembilan hari berkeliling Asia Tenggara, di hari kesepuluh yang merupakan hari terakhir dari rangkaian lomba blog #10daysforASEAN, ASEAN Blogger menawarkan tema yang pasti membuat bungah para peserta. Apalagi, tentu saja temanya berkaitan dengan Jakarta, ibukota Indonesia. Let’s say hurraaaaaayyy..

Back to the main topic. Langsung saja yuk bertutur tentang Jakarta sebagai diplomatic city of ASEAN, waaaah kelihatan keren ya Jakarta. Lhoh, kok kelihatannya?

Memiliki Jakarta sebagai ibukota dari Indonesia sudah merupakan suatu kebanggaan, terlebih Jakarta sebagai ibukotanya ASEAN, markasnya ASEAN yang otomatis seluruh negara ASEAN akan tahu (dan mencari tahu) tentang Jakarta. Yang berarti juga bahwa Jakarta sebagai representasi dari Indonesia mendapat kepercayaan dari negara-negara ASEAN akan kemampuannya sebagai negara yang bisa mendamaikan atau memimpin ASEAN dibandingkan negara-negara anggota ASEAN yang lain. Dilihat dari kematangan negara, sejauh ini Indonesia masih lebih unggul dari negara ASEAN yang lain. Betapa membanggakan bukan? Tenu saja iya. Tapi kata bangga itu, saaat ini belum mendapatkan porsi maksimal bagi saya melihat realita Jakarta sekarang ini. Belum itu berarti masih ada potensi untuk Jakarta benar-benar bisa dibanggakan oleh Indonesia juga ASEAN kan. Artinya, Jakarta masih harus banyak berbenah diri untuk membuktikan kepada dunia akan kemampuan Jakarta sebagai tuan rumahnya ASEAN.

Sejak Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyerahkan Piagam Pengesahan (Instrument of Ratification) Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan ASEAN mengenai Ketuanrumahan dan Pemberian Keistimewaan dan Kekebalan kepada Sekretariat ASEAN (Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and ASEAN on Hosting and Granting Privileges and Immunities to the ASEAN Secretariat/Host Country Agreement) kepada Sekretaris Jenderal ASEAN di Phnom Penh, Kamboja 20 Nopember 2012 silam, semakin mengokohkan bahwa Jakarta telah resmi ditunjuk sebagai Ibu Kota Diplomatik ASEAN. (source: nkrinews.com)

Lantas, persiapan apa yang diperlukan Jakarta?
Yang tetap harus dipegang adalah “Just the way you are”! saya lebih suka Jakarta yang tetap harus menjaga dan mempertahankan identitas Jakarta sebagai representasi Indonesia namun dengan pembenahan yang semestinya. Pembenahan yang tidak menghilangkan unsur-unsur penting Jakarta, yaitu pembenahan yang seperti:

  • Meningkatkan mutu kemampuan Bahasa Inggris bagi warga terutama warga ibukota Jakarta. Komunikasi adalah PR utama yang harus dilakukan dengan segera.
  • Percepatan usaha penanggulangan banjir tahunan
  • Dengan sangat segera mengurai kemacetan yang mengular di Ibukota
  • Melestarikan kampung Betawi di Jagakarsa
  • Sosialisasi dan menanamkan rasa memiliki Jakarta kepada warga Jakarta, karena Jakarta akan sulit berbenah bila warganya juga tidak mau untuk berbenah diri
  • Memperbanyak lahan hijau dan taman-taman kota
  • Trotoar untuk pejalan kaki diperluas dan diperbanyak didlengkapi dengan sarana prasarana yang memadai seperti tempat sampah, kursi, penerangan jalan, dan sebagainya

Kabar yang lebih membahagiakan lagi, dukungan dari Pemprov Jakarta tentang dipromosikannya Jakarta sebagai Ibu Kota Diplomatik ASEAN sudah matang. Pemprov DKI Jakarta akan mendukung perluasan kantor sekretariat ASEAN yang terletak di jalan Sisingamangaraja. Kabarnya, kantor bekas walikota Jakarta Selatan akan dibangun “sesuatu” yang bisa menjadi ikon ASEAN. Sesuatu yang menjadi representasi ASEAN, miniatur ASEAN. Sesuatu yang akan menarik perhatian wisatawan untuk datang dan menyaksiakan gambaran ASEAN yang majemuk namun kuat dalam persatuan dan perdamain. ASEAN in peace. Waaah, membayangkannya saja sudah superexcited. Yang saya bayangkan adalah bangunan-bangunan yang menggambarkan keunikan dan keirikhasan negara-negara ASEAN yang juga menampilkan kebudayaan yang tak hanya indah namun juga membanggakan. Jadi orang yang datang dijamin tidak akan kecewa. Justru mereka akan ketagihan untuk datang, membeberkan berita keindahan Jakarta kepada dunia yang otomatis akan turut serta menambah income Indonesia. Perputaran uang di Jakarta akan semakin pesat, dimana kita tahu bahwa semakin banyak dan semakin pesat transaksi keuangan di suaut wilayah, maka akan semakin positif dan kokoh kekuatan mata uangnya. Semoga saya nggak salah ya. Hehehehe…

Dampak positif selain bisa menambah devisa negara dari sektor pariwisata, usaha recovery plus rebranding Jakarta ini akan semakin mempererat ikatan kerjasama antara pemerintah pusat dan juga pemprov DKI. Keduanya bisa bersinergi satu sama lain untuk tujuan utama better Jakarta sehingga nantinya kita (warga Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya)serta wisatawan mancanegara bisa benar-benar membuktikan kebenaran dari  tagline “Enjoy Jakarta”.

Ada dampak negatifnya nggak ya?

Tentu ada. Potensi dampak negative Jakarta sebagai Ibu Kota Diplomatik ASEAN pasti ada. Gelombang manusia yang datang ke Jakarta akan semakin banyak, pengaruhnya pun juga semakin banyak. Maka sangat penting bagi warga Jakarta dan Indonesia untuk mempunyai tameng dan benteng sekuat-kuatnya untuk tetap bisa memfilter apapun yang berasal dari luar. Sebagai bangsa yang santun kita tetap menghormati bangsa lain, namun tetap harus kuat dan kokoh dalam bertanah air. Harus yakin bahwa kita bisa berjalan di atas catwalk dunia dengan penuh kebangaan dan percaya diri yang kuat. Jadi tunggu apalagi, yuk menjadi tuan rumah yang santun, bermartabat dan dicintai.

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s