#29 Weeks: Nyeri Kram di Tangan

source: www.yummymummyclub.ca
source: http://www.yummymummyclub.ca

Selamat pagi semesta, sampaikan syukur terima kasih tanpa tepiku kepada Sang Maha Segala-galanya. Badan ini masih diberi izin untuk kembali menghirup aroma pagi yang selalu suguhkan segarnya surga dunia. Tentu saja, belum ada polusi yang terlalu sepagi ini. 🙂
Alhamdulillah, Tuhan itu memang Maha Baik ya.

Hakuna matata, ungkapan milik Swahili ini pas sekali rasanya disodorkan ke saya karena saat terbangun yang saya temui adalah badan segar luar biasa. “Tak perlu khawatir“, kurang lebih begitu maknanya. What was happen?
Believe or not, akhirnya saya mengalami bagian dari proses yang biasanya (kerap) menghampiri ibu hamil. Semalam tadi, sebelum tidur tiba-tiba tangan kiri, dekat pergelangan tangan mendadak terasa berat, super ngilu sekali, dan kram yang tak biasa. Kram itu lain dari kram-kram yang pernah saya alami, tidak hanya sekedar otot ketarik tapi ada sensasi rasa berat dan tangan seolah lemas nggak punya tenaga sama sekali. Perlahan tapi pasti, rasa sakitnya pun merambat hingga ke lengan. Kalau orang Jawa bilang “kemeng” yang sungguh terlalu. Itupun berlangsung nggak sebentar lho. Karena rasa sakitnya hilang timbul dan mendadak si kemeng yang terlalu ini suka hadir dengan rasa sakit yang menyentak. Oh, perpaduan rasanya luar biasa. Jujur, ini momentum nyeri kram tangan pertama saya saat hamil yang tak akan terlupakan. FYI, usia kehamilan saya memasuki usia 29 minggu.

Sambil diurut pelan sama hubby plus saya nahan sakit yang (bagi saya) luar biasa, saya browsinglah tentang kram tangan. Dan akhirnya nemulah saya informasi berikut ini:

Symptoms may include numbness, tingling, pain, or a dull ache in the fingers, hand, or wrist. These symptoms tend to come and go and are often worse at night. Occasionally, the discomfort may even extend to the forearm and upper arm. In severe or chronic cases, your hand may feel clumsy or weak. Symptoms usually affect both hands and can appear at any time, but they’re more likely to begin or worsen in the second half of pregnancy when women tend to retain more fluid. The symptoms usually go away gradually after you give birth, as the swelling from pregnancy subsides. (source: babycenter.com)

Kram dan nyeri pada tangan disebabkan oleh saluran kepal di pergelangan tangan -tempat lewatnya saraf- membengkak selama kehamilan. Tekanan karena bengkak ini menimbulkan rasa kebal, kesemutan, panas dan nyeri. Gejala ini juga dapat menyebar ke bagian tangan lain, seperti pergelangan dan lengan. Keluhan ini lebih parah pada malam hari karena ada pengaruh gaya berat badan, sehingga cairan berkumpul di tangan. Akibatnya pembengkakan, rasa panas dan nyeri makin parah di malam hari. (source: bagas-momsdiary)

Setelah cukup tercerahkan bahwa kram tangan (juga kaki) adalah hal yang wajar dialami oleh ibu hamil terutama memasuki usia kehamilan 7 bulan/ trimester III (mungkin juga terjadi di trimester I dan II), maka kedurlah otot-otot takut dan cemas saya. Lebih rileks. Wajar bukan berarti boleh dianggap biasa saja dung. Tetap ada sebab akibat disini. Sebab utamanya: 
Di antara penyebabnya adalah penekanan janin dan kenaikan berat badan. Penimbunan cairan yang dialami oleh ibu hamil turut berperan menimbulkan kram ini.
Yang berakibat: 
Kram dan kesemutan. Yang saya alami adalah tangan kiri karenaseringnya tidur dengan posisi miring ke sebelah kiri (tetap ingat ya tidur miring ke kiri itu penting bagi janin) dan menindih tangan kiri. Setelah kram semalam, mulai tidur tanpa menindih tangan kiri. Biarkan tangan kiri menjauh dengan leluasa dari badan.
Dan inilah penanggulangan aka pertolongan pertama saya:
First of all, minta bantuan suami or siapapun untuk mengurut pelan-pelan tangan kita. Hal ini membantu untuk mengendurkan otot-otot tangan yang tegang. Gunakan minyak-minyakan untuk membantu memijat. Saya pakai bantuan minyak zaitun untuk lebih merilekskan.
Kedua, tetap positif thinking ya, karena ini super penting sekali. Semakin kita panik, akan berpengaruh pada otot-otot yang juga akan makin ikutan panik. Dan baby dalam perut pun ikut merasakan lho kepanikan bundanya. Baby saya nggak bisa diam sewaktu saya kelojotan (bahkan sampai nangis) nahan si kemeng ini. Diapun ikut merasakan.
Ketiga, setelah agak rileks tapi masih ada rasa sakit, coba angkat dan gerak-gerakkan tangan. Otot kaku butuh gerak juga kan. Saya coba untuk memutar dan membolak balik tangan sesuai kadar kemampuan saya. Jangan terlalu keras seperti saat senam aerobic ya, karena otot perut bisa ikut ketarik.
Keempat, sambil berdo’a cepat tertidur, posisikan tangan agar tak tertindih. Karena posisi tidur pasti miring, usahakan si tangan untuk tetap lurus menjauhi badan. Dengan begitu tangan tak akan tertindih.
Last but not least, asupan makanan harus benar-benar diperhatikan terlebih konsumsi kalsium dan kalium. Kalsium bisa diperoleh dari sayuran hijau segar, buah-buahan, susu dan ikan-ikanan. Air putih harus terus digeber lagi, lebih dari minimal kadar kebutuhan air putih manusia biasa plus olah raga. Banyak gerak intinya mah. Penambah darah bagi ibu hamil yang dianjurkan dokter jangan lupa diminum. Tentang obat penambah darah ini saya ada cerita juga lho. Beberapa minggu lalu Obgyn saya memberikan obat penambah darah padahal jelas-jelas waktu itu tensi saya tinggi, 140/90. Sekarang saya mengerti alasan dokter memberikan obat penambah darah tersebut. Kekurangan kalsium also calium bisa menyerang ibu hamil kapan saja. Catat yaaaa. 😉

Semoga bermanfaat ya bunda or calon bunda ataupun ayah dan calon ayah, sharing saya tentang nyeri kram tangan pada ibu hamil. Semoga tak ada lagi panik berlebih seperti saya. Terbukti ya bahwa first moment do always impressed. Have a blessed day. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s