another place to share

#37 weeks: Braxton Hicks dan Cara Mengatasinya

Kontraksi? Benar, kontraksi sudah kerap datang sejak usia kehamilan saya 28 minggu. Bukan kontraksi yang sesungguhnya ya, hanya kontraksi palsu alias Braxton Hicks. Saat mulai terasa kontraksi, badan nggak bisa dipakai berdiri agak lama. 15 menit sekali musti duduk karena perut bagian depan terasa kaku dan pegalnya merambat hingga ke pinggang belakang. Tak jarang punggung ikut-ikutan kaku dan pegalnya bukan main. Bagi yang pernah merasakan kram menstruasi, kurang lebih seperti itulah rasanya. Serius? Kontraksi sebelum waktunya? Gak apa-apa tuh?
Braxton Hicks memang akan dialami oleh ibu hamil. Tidak ada waktu pasti kapan ia datang, namun kebanyakan Braxton Hicks akan kerap muncul saat usia kehamilan berada pada akhir trimester kedua dan juga trimester ketiga. Ehm, let say 28 weeks lah ya. Tapi ada juga yang mengalaminya di trimester 1 meski amat sangat jarang sekali terjadi.

Namanya keren ya, Braxton Hicks, seperti nama orang. Memang nama ini diambil dari nama seorang dokter di Inggris yang pertama kali mengidentifikasi jenis kontraksi ini. Kontraksi yang hanya muncul sesekali padahal bayi belum saatnya lahir. Bedanya Braxton Hicks si kontraksi palsu dengan kontraksi beneran tentu berbeda ya. Braxton Hicks hanya muncul sebentar dan akan hilang. Sedangkan kontraksi yang sesungguhnya akan hilang timbul setiap 5-10 menit sekali dan durasinyapun akan semakin sering seiring semakin lengkap pembukaan jalan lahir (yang ini saya juga sedang menunggu, hehe).

Pasti nggak nyaman deh rasanya setiap kali kontraksi bohongan ini datang. Saya pun kadang sampai merasa lemas dan tak sanggup berkata-kata ditambah tinggal berjarak jauh dengan suami pula (aiiiih, drama deh ya). Ya kurang lebih begitulah, seperti saat diserang PMS yang luar biasa. Nah, biasanya saya melakukan ritual ini untuk mengurangi rasa pegal Braxton Hicks:

(1) Minum air putih yang buanyaaaak. Setahu saya, perempuan hamil yang kekurangan air aka dehidrasi akan memancing datangnya kontraksi. That’s why ibu hamil amat sangat harus untuk mencukupi kebutuhan air dalam tubuhnya. Perlu dicatat ya kebutuhan air bumil itu lebih banyak kadarnya dibanding orang yang tidak hamil.

(2) Rebahan yuuuk. Ini paling bikin punggung terasa nyaman. Dalam urusan rebahan ini, posisi paling enak sebenarnya berbaring dengan posisi kepala hingga punggung ditopang bantal. Usahakan posisi kepala agak ditinggikan. Posisi miringpun juga nggak kalah oke kok. Hanya saja terkadang terasa sesak. Kalau tidak memungkinkan untuk rebahan, bersandar di kursi yang empuk dan nyaman adalah surga dunia pada saat itu. Badan membutuhkan penopang untuk mengurangi beban berat dan nyeri Braxton Hicks. Intinya mah jangan biarkan badan menopang badan (maksudnya nyari penyangga badan gitu).

(3) Les oles minyak angiiiin. Wah wah, bumil itu memang paling setia dengan yang namanya minyak-minyakan. Terutama minyak zaitun dan minyak angin. Kenapa? Karena selama hamil dan harus menjaga jarak dengan obat-obatan, minyak-minyak inilah yang menjadi penolong pertama. Saat pusing hingga didatangi Braxton Hicks, minyak anginlah andalan utamanya. Olesi saja perut dan punggung dengan minyak angin, insya Allah akan sangat membantu.

(4) Minta tolong dipijat. Serius membantu banget kalau yang ini mah. Nah, yang ini perlu bantuan orang lain untuk memijit daerah pundak dan punggung. Perutnya jangan ya! Punggung dan pundakl saja plus kaki terutama telapak kaki yang biasanya ikut-ikutan terasa pegal. Saat satu bagian saja terasa pegal, bagian badan yang lain bahkan rasanya seluruh badan ikutan pegal ya. Bermula dari pegal inilah yang bisa menjalar ke mood swing bumil yang tak beraturan. Hahaaay, bumil memang sensitif yaaa.

(5) Istirahatlah, bunda. Nap time bukan masalah kok meski di kantor sekalipun. Ibu hamil berhak atas waktu istirahat sebentar lebih lama atau saat benar-benar dibutuhkan. Seperti halnya busui yang berhak atas pumping time-nya. Nah, sudahkah kantor bunda memperhatikan hal demikian? Hehhehe.

Nggak terlalu repot ya untuk membuat Braxton Hicks menjauh. Setidaknya meminimalisir rasa sakitnya. Semoga membantu. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s