another place to share

When Retirement Comes

Hello honey, I’m home forever…

Voilaaa, manis sekali kan ucapan tersebut diucapkan ketika masa pensiun akhirnya tiba. Pasalnya tak perlu lagi harus menunggu-nunggu hingga weekend atau hari libur nasional tiba untuk bisa berada di rumah. All day long and every day we could stay at home. Waaah, heaven to the fullest sekali yaaaa. Menurut saya ya memang seharusnya kita merasa bahagia ketika tiba waktunya purna kerja. Pasti setuju dong bahwa pensiun adalah saat terindah untuk duduk manis menikmati setiap detik usia tua sambil melakukan hal-hal yang membuat bungah nan bahagia tanpa harus direpotkan dengan stressing pekerjaan, deadline, meeting, lembur, alarm super nyebelin di pagi hari, belanja bulanan, cicilan a hingga z dan urusan-urusan lain yang menuntut serba segera. Saya ulangi ya, SERBA SEGERA! Sampai-sampai dari monday hingga car free day, tak ada jeda untuk sekedar bernapas bagi si otak. Nyut, nyut, dan terus nyuuuut (ah, berlebihan). Maka pensiun adalah waktu paling pas untuk menikmati masa tua tanpa embel-embel kerepotan yang serba terburu.

Pensiun akan Datang kepada Siapapun…
Sebelumnya saya ingin kita menyamakan pemahaman dulu tentang pensiun.
“Re•tire•ment (n): the action or fact of leaving one’s job and ceasing to work.”
“Retirement is the point when a person stops employment completely.” (Source: http://www.wikipedia.org/wiki/Retirement)
– Menurut Jack D. Williams,Ph. D., seorang clinically psychologist, pensiun atau retirement memiliki dua arti. Practical meaning dan emotional meaning. On the Practical level, retirement is a career change you make when you are no longer required to work full time and you have some freedom to choose the life that you want to live. On an emotional level, retirement is a process of letting go, followed by renewal – just like a career change. (www.jackdwilliamsphd.com/aboutretirementcoaching/definingretirement.html)

Baiklah! Semoga kita sependapat dengan konklusi (saya) tentang pensiun. Pensiun merupakan masa dimana kita membebaskan diri dari pekerjaan. Siapapun dan apapun profesinya. Alasannya beragam, meskipun kebanyakan adalah karena memang sudah masanya pensiun yang artinya memang sudah tak mampu lagi bekerja secara optimal. Dampak dari pensiunpun juga beragam, namun dampak yang pasti adalah kita tidak lagi mempunyai penghasilan sebagaimana masa sebelum pensiun. Seperti halnya kematian yang akan datang kepada siapapun, pensiun juga akan datang kepada siapapun. Maka menjadi penting untuk mempersiapkan pensiun sedini mungkin. Dikarenakan penting untuk mempersiapkan pensiun sedini mungkin, maka menjadi penting juga dong untuk memilih dan memilah the best way to prepare it. How? And why?

Sayapun juga sedang menceburkan diri dalam tumpukan informasi tentang pensiun yang bahagia di hari tua. Ah, saya yakin semua orang mengharapkan hal demikian. Hayooo ngakuu hayooooo.

“Before you speak, listen. Before you write, think. Before you spend, earn. Before you invest, investigate. Before you criticize, wait. Before you pray, forgive. Before you quit, try. Before you retire, save. Before you die, give.” – William A. Ward-

Jelas. Before you retire, save! Klasik memang, namun saving mempunyai mantra ampuh luar biasa dalam hal menyelamatkan hajat hidup dan keinginan-keinginan orang banyak. Terlebih ketika retirement itu tiba. Tabungan tentulah tidak terbatas pada save money in the bank saja dooong atau bagi yang kaya bingiiit menyimpan dalam brankas di rumah. Dalam kacamata saya, saving itu memiliki makna luas. Implementasi dari saving itu banyak. Berikut di antaranya:
1. Nabung! Nabung! Nabung!
Yang ini harga mati yaaaa. Menabung adalah harus berapapun penghasilannya. Bagi orang dengan pemahaman akuntansi berlebih (pasti bukan saya orangnya) tentu sangat expert menyoal family financial planning. Menyisihkan sekian persen untuk unexpected needs adalah wajib hukumnya, berapapun nominalnya. Haaaaruuuuuus! (Melototin diri sendiri). Nabung bisa dimana saja kan, di celengan, titipin di bank, atau di dompet usang pun tak akan jadi dosa besar. Tapi sangaaaat dianjurkan menabung di bank demi keamanan. Kalau aman hati akan tentram kan. Menabung ini menentramkan juga di saat usia pensiun tiba. Tinggal lirik buku tabungan bila sewaktu-waktu butuh dana untuk ina itu. 😉

2. Investasi
Nah, investasi ini punya banyaaaaak banget implementasi. Masa? Yep, yep yep. Mulai dari yang nilainya ribuan hingga triliunan, adaaaa. Join usaha dengan berinvestasi, boleh kok. Beli sahampun juga masuk kategori investasi. Meminjamkan modal kepada orang lain, tentu juga bentuk dari investasi. Banyak dan beragam. Tinggal memilih yang klik dan benar. Belakangan marak sekali investasi abal-abal. Beware yaaa.

3. Usaha
Entrepeneur itu tidak sekedar menghasilkan uang tapi juga melahirkan orang-orang dengan mental yang gak melempem setiap kali cobaan datang. (Semoga ga berlebihan deh yaaa). Eh, ini seriusan lho. Saya bukan (belum) seorang pengusaha (tapi sedang proses menjadi pengusaha), dan saya mengamati para pengusaha yang begitu hebat dan semakin hebat saja setiap kali disentil dengan cobaan dengan usahanya. Cobaan yang kaya gimana to? Beragaaaam, misalnya balik modal lamanya melebihi jalannya siput di saat kelaparan, ditipu customer, ga ada customer, dll. Hebatnya, dari setiap sentilan mereka belajar dan terus belajar untuk bisa lepas dari jerat kegagalan dan justru makin kuat dan kebal dengan sentilan. Semakin keras sentilannya semakin kebal pula daya tahannya. Semacam resistensi antibiotik ya, hihihiii.

4. Asuransi
Siapa yang sudah punya asuransi???? Hei, setiap orang bahkan sejak masih dalam kandungan sudah bisa diasuransikan lhooooo. Gak percaya? Silakan mendatangi asuransi-asuransi kepercayaan Anda dan tanyakan detil jenis-jenis plus kegunaannya. Nah, kalau hubungannya dengan retirement, asuransi untuk masa pensiunpun juga ada. Selanjutnya tinggal mempercayakan program asuransi Anda kepada pihak yang Anda percaya.

Bagaimana? Mau pilih yang mana? Atau ada jenis lain dari saving? Boleh dishare disini. 🙂

“The key to retirement is to find joy in the little things.” – Susan Miller –

Advertisements

4 responses

  1. Mending masukan tabungan pensiun, kalau saya saat ini masih pilih reksadana utk persiapan pensiun…

    24/05/2014 at 11:29 pm

  2. iya nih, kadang masih galau sama simpanan masa depan itu yang pas apa, ya? *malah balik nanya 😀

    27/05/2014 at 10:49 pm

  3. Yep, reksadana. Ya ya ya. Tabungan pensiun. Ya juga deeeh. semuanya pun siiiip bang.

    29/05/2014 at 2:14 pm

  4. Sayapun juga mak. Belum nemu yang betul-betul sreg. Btw, yg pualing sip yang mana? *balik nanya lageee

    29/05/2014 at 2:16 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s