another place to share

Yes, Ngeteh Cantik di Pelupuk London Eye

london3

Buku. Siapa yang ga kenal bukuuu? Monggo, yanng gak tahu silahkan kayang. Anak kecilpun tahu buku itu sebutan di Indonesia. Sedang di England sono disebutnya book (catat: anak kecil jaman sekarang yaaa). Mirip ya!? Empat huruf dengan 2 konsonan yang sama hanya berbeda di vokal saja. Sudah pasti miripnya, lawong buku itu bahasa serapan dari bahasa Inggris yang asalnya ya dari England sana. Lalu, apa hubungannya buku dan book ini? Sebentar. Tahan dulu.
Teh. Saya masuk kategori tea addict. Pagi sore selalu ngeteh cantik, entah dengan keluarga atau hanya sendiri. Ngetehpun kudu cantik pemirsaaah. Apik, ada cemilan, tak boleh ada gangguan sana sini. Barulah tea time saya menyenangkan. Naaah, momen ngeteh inilah saya selalu ditemani buku. Waaaw, tea time saya tambah cuanteeek pokoknya. Sometime, I wish I could be in England, enjoying a cup of tea with a classic book. Sudah ketemu kan silaturahim macam apa antara buku dan book? Simpel, satu keturunan. Plus, negara asal book ini adalah tanah idaman yang ingin dipijakkan dengan segera oleh perempuan yang doyan mampir ke toko buku seperti saya. So, why England?

Why England?
Selain Jepang, pernah dengar tradisi minum teh di Inggris? Yep, ‘Afternoon Tea’. Di Inggris sana, Afternoon Tea sudah menjadi tradisi bahkan banyak hotel dan restauran yang menawarkan Afternoon Tea menu lho. (Ah, sudah pada apal ini mah, di buku dan internet buanyak). Dalam imajinasi saya yang nyaris luber, menikmati teh khas Inggris ditemani buku dan dihadapkan pada indahnya pemandangan London itu sama dengan bahagia tiada tara (bukan-bagian-dari-lebay). Wohooo, London Eye terlalu cantik untuk diabaikan, saudara-saudara. Silahkan ikut membayangkan juga, siapa tahu bisa diberangkatkan ke London sama Mister Potato barengan sama saya. Nanti kita ngeteh cantik di sana. (kerling 10 kali)

“Nothing could be more British than afternoon tea in London…”

London Eye yang sebenarya

This is the real London Eye (klik untuk lihat sumber)

Masa ngeteh saja harus ke Inggris, Indonesia kan banyak
Tanpa bermaksud untuk mengabaikan betapa nikmat dan beragamnya teh-teh di Indonesia, faktanya tidak semua teh asli Indonesia memiliki cita rasa seperti teh asli Inggris. Toh sayapun nyaris tiap hari nenggak teh asli Tegal. Bukan tak cinta produksi dalam negeri, tapi English Breakfast terlanjur sukses merenggut seluruh hati saya untuk jatuh cinta padanya. Jadi, English Breakfast itu salah satu varian teh seperti mint tea, strawberry tea, jasmine tea, dan lainnya, bukan nama merk yaaa. Lah, di Indonesia pun sudah banyak kan? Memang, tapi import kan? Terus feel Englandnya mana kalau nyeruput tehnya di halaman rumah. Kan yang dicari Inggrisnya. Bayangin lagi deh, nyeruput English Breakfast di ketinggian yang aduhai ditemani scones with jam, tea cakes, dan kue serta cake asli buatan orang sono plus lagi buku yang baru aja dibeli di toko buku di England. Artinya apaaaa? Artinya afternoon tea itu tak boleh ditolak, tak boleh diabaikan. Haruuuuus dilakukan. Waaaaaw, semoga Mister Potato mengabulkan hajat saya. (Ngarep diaminkan seluruh visitor. *sungkem.) Bukan begitu pakbapak buibu?

Ada lagi alasan yang bikin pengen napak di London?
london2

Adaaaaa. Wah, too much kayanya. Old Trafford, Big Ben, Buckingham Palace, Chelsea, Beatles Museum, Legoland Windsor, Beatles Museum and many more. Setiap dari mereka memiliki alasan berbeda bagi saya. Inggris, negara di bagian barat Eropa ini memang mashyur dengan tempat-tempat iconic yang menggoda setiap pasang mata untuk kesana, menapak tanahnya, dan menghirup segar udaranya. Menikmati London dengan hanya berjalan kaki kemudian mengikuti kemanapun arah jalan tersebut menuju sambil berhenti saat sesekali bertemu dengan toko buku adalah bagian dari impian saya. Membayangkan saja sudah gak karuan rasanya, apalagi beneran ke sana. Whoaaaa, Mister Potato, antarkan saya menapak tanah Inggris yaaaa…

Advertisements

3 responses

  1. Ngeteh di Inggris emang udah jadi budaya ya Mbak, sama kayak Rusia. Denger2 dulu orang Inggris itu coffe lover, tp sejak kopi ludes kena serangat OPT di tahun sekian *lupa persisnya, jadinya org Inggris berpindah jadi tea lover. Gudlak Mbak 😉

    31/05/2014 at 11:10 pm

    • Iya to mba? Saya malah nda tahu kalau sebelumnya Inggris itu coffee lover. Thanks infonya. Terima kasih. 🙂

      01/06/2014 at 9:41 am

  2. foto yang london eyenya memang keren banget 🙂

    26/06/2014 at 9:53 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s