another place to share

Agar Tantrum pada Orang Dewasa Lekas Pergi

a

Tidur cepat atau begadang, keduanya tetap dibolehkan kok asal kondisi tubuh mensupport penuh. Tapi tetep disarankan istirahat lebih cepat ya, sekuat-kuatnya tubuh, dia akan meronta meminta untuk tidur juga. Nah, sebelum bobo cantik, yang merasa manis pasti bebenah dulu dong (ngacung tinggi-tinggi). Bebenah apa ajaaaa? Nggak ribet kok, cuma bebenah tempat tidur sekalian bebenah diri juga. Biasanya bebenah tampat tidur sekedar formalitas aja, yaaa alakadarnya bin apa adanya saja. Muwahaha, dasar pemalaaaas. Eh, nggak malas juga kali, kan bangun bobo udah rapihin tempat tidur kitaaa (alasan.com). Sebelum bebenah kasur, bebenah diri aja nyoook. Ini dia yang biasanya sedikit banyak rempongnya. Ngakuuuu gaaaaa!!!? Bebenah diri ga cukup hanya luarnya saja, diri bagian dalam juga patut untuk diupayakan kebersihannya setiap menjelang tidur. Let’s say di-nol-kan lagi.

Bersihin badan dulu dooong
Bagi sebagian (entah besar entah kecil) kaum hawa, membersihkan dan menutrisi area kulit muka menjelang tidur adalah puenting sekali ( i-nya boleh deh diganti e kalau mau kentara gahul seperti abg jaman sekarang). Untuk urusan ini, ikutilah apa kata beauty expert kepercayaan masing-masing yang ahli dalam bidang ini. Kondisi kulit bersih saat tidur adalah hal baik, maka mengikuti yang baik bukan dosa besar (pendapatnya awamer niiih). So marilah kita bersihkan dahulu diri (baik wajah, badan, dll) sebelum nyentuh sprei tempat tidur. Kalau saya cukup mengikuti aliran yang simpel saja bersihin wajahnya. How? Cukup basuh muka dengan facial foam favorite masing-masing lalu terserah anda. Pakai krim malam boleh, pakai liquid-liquid or serum or apalah itu oke saja, langsung bobo cantik pun nggak dilarang. Intinya mah udah cuci muka aja (nggak cuma asal cuci muka aja lho yaaa). Bagi yang muslim, bagusnya lagi dibasuh pakai air wudhu. Jos banget ituuu. Urusan kaki tangan, itu terserah pribadi masing-masing. Yang penting bersih yaaa. πŸ™‚

Bebenah hati yuuuk
Ngomongin soal hati, saya lagi nyari obat untuk hati yang mudah tersengat saat suasana sedang panik dan crowded. Ada yang tahu??
Pernah ngalamin? Atau mungkin pernah lihat orang lain yang berada di situasi mirip seperti ini? Benar saja ya hati itu mudaaaah sekali dibolak balik. Mendadak full spirit, eh seketika itu juga bisa langsung drop, jadi bad mood deh, malas ini itu deh, semua kena marah deh, terbengkalai semua deeeh. Kacau kan jadinya. Padahal sumber utamanya cuma satu, ya si hati yang nggak pada tempatnya tadi. Terus terang, based on self experience, ga enak banget rasanya. Kali ini saya tertarik dengan perubahan ekspresi wajah saat mood sedang gak bagus yang berakibat pada tantrum syndrome (pinjam istilah bayi balita). Hahahaaa, ekspresi itu yang kadang membuat saya cengar cengir sendiri. Saat sedang dilanda tantrum seringnya tanpa disadari wajah kita menunjukkan ekspresi yang berbeda dari biasanya, lebih nganyelin sih tepatnya. Lah, iya kan? Coba aja deh ngaca kalau pas lagi marah atau bad mood gitu. Pasti jelek kaaan mukanya. Nah, kalau sudah klimaks marah, jeleknya nambah lagi deh itu muka apalagi kalau sudah dianugerahi wajah sangar, apa gak bikin jiper orang tuh. *silahkan membayangkan wajah sangar masing-masing*

Kalau sedang dilanda tantrum, rasanya pengen banget deh nyari kaca. Biasanya suka ga tega melihat wajah sendiri yang kelihatan jelek bin ngeselin di cermin. Begitu juga kalau lihat orang lain yang lagi tantrum, pengen deh nyodorin kaca segede lemari. “Niiiih, ngaca niiiih. Mukanya jelek banget tahu nggak kalau lagi marah-marah begitu” (muwahaha, ikutan kena tantrum syndrome). Artinya, kalau mau wajah nampak ayu berseri sepanjang hari, maka jaga jarak seeeeejauh-jauhnya dengan si tantrum. Niscaya anda akan nampak cantik senantiasa. Sesederhana itu teorinya. Tapiiii, aplikasinya tidak sesimpel itu sodara-sodaraaaaa.

Jadi yaaaa, seharian ini saya ketemu dengan orang-orang yang dilanda tantrum. Selain bagian dari cobaan puasa, tantrum ini berhasil menyulap wajah-wajah menyenangkan menjadi sangat tak sedap dipandang. Mau ngobrolpun jadi malas padahal ada urgenitas untuk bercakap-cakap. Kalaupun berhasil menciptakan obrolan, yang keluar dari mulut mengandung otot, pemirsaaah. Nada suara jadi ikut-ikutan tak sedap. Terbukti kan betapa tantrum pada orang dewasa sangat beresiko sekaliiii. Jadi, masih mau punya muka jelek??

Oleh karena itu, biar tetep cantik saat tantrum, ada trik sederhana sekali nih untuk menyiasatinya. Mari memberdayakan si muka manyun yang gak enak dipandang mata sama sekali sebagai senjata ampuh penurun suhu tanrum. How?? Ngaca!!! Iya, ngaca jawabannya. Coba deh cari cemin or kaca jendela or apalah yang bisa nunjukin rupa wajah kita dalam waktu segera. Silakan ngaca dan saksikan dengan seksama betapa jelek sekali gambar yang terpantul dalam cermin itu. Nah, saat sudah sadar akan kejelekan itu, taik napas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan-lahan (bagi bumil busui pasti juara banget urusan inhale-exhale ini). Kuantitas inhale-exhale-nya sesuai niat dan keyakinan masing-masing yaaa. Kalau dirasa masih butuh membuang sisa-sisa dongkol-mangkel-pegel-kesel-bete-geregetan-marah-dsb, ya monggo saja lakukan lagi hingga dirasa cukup. Sambil melakukan ritual inhale-exhale ini, saya biasanya sambil istighfar, buibu. Selesai ritual, agak enakan deh ini hati. Barulah setelah itu kembali ngadep kaca lagi dan coba untuk senyum deh. Pasti lebih manis kan senyumnya, hihiiihi. Gimana? Sudah bisa senyum semanis saya??? *dilemparin bunga beserta potnya sama visitor* πŸ™‚

IMG1404993082965

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s