Kenapa Saya Ngeblog

First of all, Happy National Blogger Day, Indonesian Bloggers. Keep writing, keep blogging…

Berbekal situasi hati yang selalu merasa lega dan bungah setelah menulis, jadilah saya memutuskan untuk mengimplementasikan pepatah “practice makes perfect” dalam rutinitas hidup. Kenapa “practice makes perfect” karena sejatinya saya bukan penulis profesional, saya juga nggak mahir-mahir amat menulis, dapet juara 1 lomba blogpun belum pernah. Nah, anehnya saya selalu merasa sanggup untuk membuat diri saya bahagia dengan menulis. Malah, saya terlalu percaya diri bahwa akan tiba saatnya saya sanggup memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup serta masa depan saya dari menulis. Tuhaaaan, yang seperti ini termasuk bagian dari cita-cita (baca:do’a) kan?!. Maka dengan segenap kenekatan, jadilah blog kedua saya ini (dulunya saya seorang multiplyer – hayoooo, yang blog beserta isi-isinya belum sempat dibackup tapi sudah harus lenyap duluan siapaaa? Kalau ada, Anda bernasib sama dengan sayaaaaah). Well, saya sudah punya blog, maka boleh ya saya menggelari diri dengan sebutan blogger. Tsaaaaaah. So mari jo kita kembali ke “practice makes perfect”.

Tujuan adanya blog ini sengaja didouble acting-kan, sebagai tempat curhat sekaligus latihan menulis yang tidak membuat eneg pembaca. Wadah untuk curhat apapun, termasuk tulisan-tulisan yang ternyata harus dilempar dari meja redaksi media. Oh, ingatlah bahwa penolakan itu karena mereka menginginkan kita memperbaiki dan menyempurnakan tulisan kita yang jeleknya nggak ketulungan. Malu-maluin media bukanlah pendongkrak popularitas sebagai penulis kenamaan apalagi kebanggaan kaaaan. Maka terimalah setiap penolakan demi penolakan itu untuk kemudian kau perbaiki dan sempurnakan (bijak euy) baru deh boleh dikirim kembali. Ya nggak ada jaminan nggak bakal ditolak lagi sih, muwihihiii. Eits, tolak lagi ya perbaiki lagi or bikin baru lagi, kirim lagi deeeh. Ditolak sekali, kirimnya harus 100 kali doooong, oiya belum ditambah down depresi dadakan atau mood block atau stuck atau penyakit malas yang berpotensi berkepanjangan. Syusahnya banyak yeee, tapi saya percaya kok, sakit sekarang adalah tabungan bahagia untuk masa depan (ejiyeeee, bijak lagi nyaaak). Okeh, pokoknya mari kita lestarikan tabiat menulis, memperbaiki dan menyempurnakan ini. Well, yang seperti ini bolehlah masuk kategori practice makes perfect. Lanjuuuuut.

Sekarangpun tulisan saya masih jauh dari sempurna, etapi kaaan nuqorrib ila perfect dengan ngeblog. Ohiya, pelan-pelan saya mulai menemukan gaya tulisan saya lhooo dan itu kabar baik, buah dari practice makes perfect.

Setiap orang pasti punya cara yang tak sama untuk menjaga lestarinya pikiran dan hati masing-masing. Anggap saja ngeblog ini sebagai salah satu upaya untuk tidak memberhentikan diri pada titik yang membuat otak mati rasa dan mati peka.

Advertisements

2 thoughts on “Kenapa Saya Ngeblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s