another place to share

Birthday Bash Nyaris Gagal

Selamat pagiiiiiii. Sebentar ya, sembari bersih-bersih rumah, banyak rumah laba-laba euy, sebulan lebih tak terurus dan melompong tanpa update apapuuuuun (apaaaaah?!! Yang beginian nganggap dirinya bloggeeeeer?!!) *kemudian hening*

Wokkeeeeeh, kembali ke-sok-sibukan saya sebulan ini sampai abai sama rumah maya ini, semoga nggak eneg baca cerita saya yaaa. Jadi yaaaa, sebagai ibu baru yang lebaynya belum ketulungan, saya sedang getol-getolnya memperhatikan polah tingkal baby S yang tanggal 29 November kemarin genap berusia 1 tahun pemirsaaaah. Sebagai ibu baru yang ngakunya pengen doing anything for her son everyday and everywhere ini, saya sampai bersikukuh pengen bikin sesuatu yang berbeda di ulang tahun pertamanya. Semuanya serba bikin sendiri. Beuh, nantangin banget kaaaan. Sanggup nggak tuuuuh. Daaaaaan…

Begini,
Bahkan 3 bulan sebelum hari H saya sudah rempong bin riweuh dengan ke-excited-an bahwa anak saya nggak lama lagi bakalan berumur setahun. Langsung deh googling seantero dunia internet demi untuk mencari sesuatu yang disebut tema ulang tahun. Terus segala invitation, thank you card, cake, bahkan goodie bag hingga birthday hat maunya bikin sendiri. Kan demi tercapainya cita-cita seragam sama tema ulang tahunnya gitu. Rempong banget kaaaan. Sebenernya, saya demen banget dengan perintilan-perintilan untuk pesta anak-anak, naluri mantan pegawai EO ya begini nih (hahahaaa). Bahkan saya sudah mengasah suara lho untuk cuma-cuma mau menjadi story teller dadakan saat hari itu tiba (jangan ketawa). Ini bagian dari obsesi siy, ada kegiatan membaca buku dalam setiap kegiatan anak-anak.

Nyatanya, seminggu sebelum hari H….
Nyaris gagal pemirsaaaah. See? Nyaris gagal. Bahkan 2 hari sebelumnya pun 85% dipastikan cancelled. Loh, why? Alasannya simpel, nggak mau bikin repot tetangga. Entahlah, begitulah jawaban eyang utinya baby S. Yang pasti, di lingkungan saya mengundang anak-anak sebaya untuk datang ke pesta ulang tahun tak ubahnya hanya merepotkan saja. Walaupun dalam undangan sudah dituliskan dengan kapital super bold: TIDAK MENERIMA SUMBANGAN DAN ATAU KADO APAPUN.
Kebayang kaaaan saat 90% persiapan sudah fix dan mendadak acara batal demi kemaslahatan bersama, maka kerempongan saya seperti sia-sia. Agak sedih siy, tapi saya kekeuh tetep harus terlaksana. Baiklah, jadi, karena satu dan dua hal, diputuskanlah tetap berlangsung acaranya, but it’s private party. Keluarga saja sudah cukup. Ntar goodie bag dan nasi kuning dihantarkan ke rumah tetangga-tetangga.

Dan pada akhirnya meski tanpa ada undangan, tetep ada lho anak-anak tetangga yang datang dan bawa kado, nggak semua bawa siy, tapi tetep saja agak tak enak hati. Well, anggap saja bonus. Damn, WOM lebih gesit dibanding larinya ular dan it’s work banget.

Detail tentang how-to prepare the birthday party saya ceritakan di next post yah. Mungkin bersama resep-resepnyah. Hari ini sekian duluuuuu. Selamat pagi, selamat berakhir pekan. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s