Passion? Yes. Curiosity? Yes. But…..

Pernah mengalami momen nggak bisa tidur dan pengin doing something entah apa itu? Well, itulah yang saya rasakan saat ini, detik ini. Padahal saya sudah maksa buat merem semerem-meremnya sambil membayangkan betapa akan lelah dan ngantuknya besok di tempat kerja jika saat ini belum tidur juga. Namun hasilnya tetaplah mata semakin mencereng dan otak belum juga mengisyaratkan off sejenak. Ngantuk belum tiba juga pemirsah.

Ada pikiran apa siy?
Itulah pembuat musabab begadangnya saya. Ada begitu banyak hal di kepala saya yang masih riuh berloncatan bahkan memaksa untuk doing some old yet new experiments (oh I don’t think so), misalnya:
1. Luluran dengan homemade lulur yang terdiri dari asam jawa dan susu. Sebenarnya resep asli dari ibu mertua saya adalah hanya cukup asam jawa dikasih air sedikit lalu dioleskan ke kulit. Fungsinyapun untuk menghilangkan noda bekas gigitan nyamuk dan luka yang bandel banget nggak mau lekas hilang. Nah, resepnya saya eksplore deh jadi lulur untuk muka, tangan, dan kaki. Saya pikir untuk kelembaban cukup dengan ditambah susu karena nggak ada olive oil or madu di rumah. Gimana hsyo? Sudah kreatif kan ya? *kibas alis*
2. Goreng kerupuk. Ya gak tahu juga kenapa kepikiran buat menggoreng cemilan yang cucok juga sebagai pelengkap makan. Kesan sebagai emak-emak sejati dapat banget yaaa, inget aja kalau stok kerupuk matang kian menipis.
3. Rapihin lemari. Ini nggak kalah emaknya. Sooo, kira-kira kalau ada award motherhood bisa jadi salah satu nominee ga siy gue. Atau malah yang pegang thropy emak of the year kali ya, hahaha *apron mana aproooon*.
Sudah cukup ya absurd yet functional activities-nya. Tapi tetep aja lho masih belum bisa tidur. Lha iya, kenapa siy?

Ada yang suka nulis? Atau bercita-cita jadi penulis? Lho, itu cita-cita saya banget sewaktu muda dulu (sekarang belum tua-tua amat lho ya). Sekarang saya lebih menjadikan nulis itu sebagai bagian dari rutinitas hidup. I thank God for this, seenggaknya ada kemajuan lah ya dari yang dulunya masih cita-cita kini saya bisa menulis meskipun random dan tak jarang penuh absurditas kaya gini. Ada banyak sekali hal yang saya ingin tulis tapi selalu ada saja excuses yang seringnya membuat aktivitas menulis itu tertunda dan sangat berpotensi gatot alias gagal total! Kok bisa? Ini alasan(klise)nya:
1. Nunda! Ya ini dia penyebab utama keinginan nulis jadi tertunda. Biasanya siy saya sok merasa akan punya waktu lebih untuk nulis di hari yang sama di waktu yang berbeda. Sayangnya saya lupa bahwa saya seorang ibu bekerja dengan anak batita yang sedang berada pada level keaktifannya nan menggemaskan pula plus pekerjaan saya bisa sewaktu-waktu memanggil saya (mood ide untuk bekerja maksudnya ya). Hmm, actually I’m a content writer, tapi kan beda antara menulis untuk pekerjaan dan pribadi.
2. Lelah plus ngantuk. Nah, saat sedang klimaks pekerjaan di kantor, sampai di rumah saya bisa langsung tepar setelah anak lanang tertidur. Apa lagi? Nggak jadi nulis lagi kan.
3. Stuck ide atau malah kebanyakan? Pernah ngalamain yang kaya gini itu sesuatu. Kadang saya sebel sama diri saya sendiri tapi tak jarang juga saya menertawakan kondisi saya yang seperti ini. Pernah lho saat sedang pengin banget nulis tapi mati gaya maksimal karena kepala saya tak ada ide satupun. Pernah juga kebalikannya, ada begitu banyak yang pengin ditulis tapi bingung mau menuliskan yang mana saking excitednya pengin nulis. Bahaya juga ternyata ya. Biasanya siy kalau sedang begini saya nyeduh teh sambil ngider kesana kemari mencari tulisan yang sanggup membuka mata hati juga kepala saya. Oh iya, saya suka sekali membaca tulisan-tulisan yang begitu enak dibaca, ringan (relatif), gak monoton, yang anti mainstream, sekaligus menambah koleksi ilmu saya. Hei, I love all insightful things in the Unlearn. Come visit the website ya, bu Aristiwidya showed me the meaning of life *ejiaaaah.
Jadi, yang terjadi pada malam menjelang pagi ini adalah banyak sekali hal yang pengin saya tulis sekaligus lakukan. Udah gitu ada selingan tentang pekerjaan yang juga nggak sabar saya share ke teman-teman. Nah lho, ribet kan.

Jadiiiii, saya bertubi-tubi nanya ke diri sendiri, sudah 10.000% yakinkah bahwa passion dan curiositymu adalah menulis?

Advertisements

4 thoughts on “Passion? Yes. Curiosity? Yes. But…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s