another place to share

My note

#Memesonaitu Selalu Percaya Diri karena Wanginya Vitalis Body Scent Blossom

JpegMemesona momen? Wah, #memesonaitu buat saya ya saat saya tampil percaya diri. Saya percaya betul bahwa efek dari percaya diri itu akan berdampak positif dalam segala hal yang akan saya lakukan nanti. Saat percaya diri alias PD melingkupi, rasanya seneng aja bawaannya. Hati jadi happy, pikiran juga jernih, seberat dan sepadat apapun pekerjaan jadinya terasa ringan, dan hari pun dilalui dengan penuh keceriaan. Semangatnya makin-makin gitu. Rasanya gak ada yang disesali dalam seharian itu. Saat-saat itulah saya merasa pantas untuk proud to be me dan bisa istirahat dengan merayakan hari yang menyenangkan tanpa beban dan penyesalan. Iyes, saat itulah saya merasa diri saya begitu memesona. Betul, #memesonaitu saat sayaa merasa percaya diri. *suit suiiit*
Apa sih yang bikin percaya diri?
Karena #memesonaitu akan terpancar saat didongkrak rasa percaya diri, maka saya harus memupuk rasa percaya diri itu dong. Caranya? Menjaga aroma badan agar wangi senantiasa. Iyes, saya merasa percaya diri saat saya wangi. Kuncinya? Faktor penting yang mensupport percaya diri saya adalah VITALIS Body Scent Blossom dengan wewangian yang lembut namun kuat. Yuhuuuu, #memesonaitu ya Vitalis Body Scent Blossom dong.
Kenapa harus Vitalis Body Scent Blossom?
JpegKarena saya suka wanginya! Aromanya lembut, gak menusuk indra penciuman, tahan lama, dan so pasti membuat rasa percaya diri saya bertambah. Ah, saya udah full pede banget pokoknya kalau pagi hari setelah mandi semprotin Vitalis Body Scent Blossom ini. Sukaaaaaaaa!
How about the long lasting fragrance?
Ketje banget! Bayangin deh, saya berangkat kerja naik ojek jam 8 pagi. Matahari sudah tinggi dong, debu, asap knalpot, dan keringetan tak terbantahkan pastinya. Kita tahu betul bahwa radikal bebas dan sinar matahari itu sanggup memuaikan aroma parfume, tapi sampai di kantor pun saya masih tetap wangi. Aroma Vitalis Body Scent Blossom masih tercium oleh indra penciuman saya. Penampilan boleh agak amburadul karena terpaan angin jalanan nan aduhai, tapi wangi kudu tetep nempel dong. Jadilah saya tetep PD dong. Biasanya tinggal benerin make up, jilbab, terus lanjut kerja deh. Biar tambah PDnya, gak lupa semprot dulu si Vitalis Body Scent Blossom. Cobain deh, pasti kamu suka juga! Sampai sore pun saat jam pulang, wanginya masih nyata. Dijamin!
Aman gak sih?
Tenang bukibuk, sesuai dengan taglinenya, Long lasting & skin friendly, sudah pasti Vitalis Body Scent ini aman banget karena didesain dengan formula yang tahan lama dan aman untuk kulit. Ini lho ingredientnya: Water, Alcohol, PEG-40 Hydrogenated Castrol Oil, Fragrance, Propylene Glycol.
Fyi, aroma blossom ini sesuai untuk segala suasana lho. Acara casual maupun formal, Vitalis Body Scent Blossom akan sanggup menyesuaikan dengan kebutuhan acara empunya. Let me tell you, saat kerja saya menggunakannya dan saat ada acara setelah jam kerja saya pun tetap semprotkan si pendongkrak percaya diri ini. Misalnya makan malam bersama kolega, temu kangen dengan teman atau sekedar ngopi seorangan untuk kejar deadline kerjaan, aroma Vitalis Body Scent Blossom ini wanginya menenangkan dan nggak membuat eneg. Once again, I love Vitalis Body Scent Blossom. Dengan Vitalis Body Scent Blossom saya kian memesona. Iyessss, #memesonaitu percaya diri dengan wanginya Vitalis Body Scent Blossom. Sukaaaaaaa! Jangan lupa selalu pastikan Vitalis Body Scent ada di make up pouchmu ya!

#MemesonaItuP_20170521_214706_1_p_1.jpgP_20170521_214706_1_p_1.jpg


DIY sand: Pasir Buatan yang Aman dan Bikin Anak Senang

P_20170506_091531.jpgSudah rumusnya kok sebagai ibu bekerja itu kudu getol muter otak agar semakin kuat ikatan batin sama anak. Karena jarangnya waktu bersama, maka bonding yang dibangun harus lebih intens dan setrooong. Saya sadar betul bahwa waktu luang itu berharga banget bagi saya. Untuk anak, untuk pekerjaan, pun untuk diri sendiri yang harus jaga kesehatan juga. Dalam seminggu, saya mempunyai dua hari libur yang kadangpun nggak libur, pagi hari sebelum berangkat kerja, dan juga malam hari itupun kalau #littleS belum tidur. Waktu-waktu minimalis yang ada harus saya gunakan dengan sebaik-baiknya untuk berkomunikasi dengan #littleS. Ngobrol ringan (sambil siap-siap kerja), tanya gimana perasaan dia ditinggal kerja, mau nggak ikut mak yang ngasuh ntar sore or malam mama pulang. Mau makan apa, lagi suka apa, dan sebagainya. Terkadang #littleS cranky dan agak sedikit rewel manja. Yeah, sudah pandai caper rupanya. Tapi di balik itu semua, pasti semua ibu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Iya kan, iya dong.
Well, saya mau share salah satu cara saya meningkatkan bonding ke #littleS. Karena saya senang dengan eksplorasi dan berprinsip bahwa messy thing itu berperan mengasah motorik halus dan kasar anak-anak di usia golden agenya, maka saya getol mengajak #littleS bermain dengan apa yang ada di sekitar saja. Selain hemat, aman juga dong booook karena saya tahu betul bahan-bahan mainan apa yang saya berikan ke #littleS.
20170506_141507.jpgKali ini, pagi-pagi sudah ada yang pengin bermain pasir dan hei, we don’t have any beach kali nak. Gak ada pantai di Jakarta Timur dong. Maka, gerak cepatlah emak ini menyiapkan seperangkat perang untuk bermain #littleS. Kita bikin pasir buatan ala ala saja ya, yang aman dan ada di dapur. Saya menggunakan 1/4 kg terigu serba guna, 5 bungkus garam dapur, dan minyak goreng (bisa diganti baby oil atau olive oil). Bahan-bahan yang digunakan sengaja saya pakai yang edible karena pasti akan ada adegan #littleS penasaran pengin cobain tepung mentah.
Caranya super simple, tinggal dicampur semua bahan dan jadilah edible sand ala mama Asri. Kalau adonan (adonaaan, kue kali ah) dibuat sedikit lembek akan jadi kinetic sand yang bisa dibentuk ini dan itu. Kali ini sengaja saya buatnya agak kering (make sure tidak kering banget ya, lembab lah, agar bulir-bulir halus tepung tidak terhirup) biar #littleS mengenal tekstur keringnya dulu. Next baru deh dibuatkan kinetic dan dough sekalian. Simpel kaaaan?
Sangat simpel dan sanggup membuat sibuk serta lapar lhoh. Setelah bermain, #littleS mandi dan bilang lapar. Waaah, senang sekali deh ibunya. Bondingnya dapat, gak perlu maksa makan, plus gak perlu maksa tidur juga karena setelah makan, baca buku sebentar langsung deh bobo pulas.
JpegAnak senang, emak pun senang. Happy wiken, emaaaaak!

Dear Coffee, I Love You

Jpeg

Siapa bilang ngopi di saat matahari cetar itu ga nikmat. Siapa yang bilaaaang? Siapa bilang ngopi sendirian itu ga seru, kata siapaaaa? For me, seru-seru aja kog. Teteup dong, sebagai solo explorer and soon to be duo (read: kalau #littleS sudah bisa diajak ngebolang) maka semua hal harus dinikmati dan tetap harus dijadikan nikmat apapun yang terjadi. Termasuk mencari kopi yang enak dan enak banget meskipun seorang diri (ga usah ketawa!). Jangan heran kalau muka saya semakin mirip kopi alias coklat kehitam-hitaman, orang bule bilang sih eksotis tapi orang kita bilang mah gosong. Ya, mirip-mirip lah sama biji kopi yang sedang di-roast (yang mau ngenyek silahkan lho). Jadi, perburuan kopi adalah bagian dari prioritas selain buku nan ketjeh, makanan yang enak, spot-spot bersejarah serta lucu dan juga pastinya gincu. Yuhuuuu. *berdehem cantik*

Kenapa kopi harus dicari? Karena bikin kopi sendiri gak seenak buatan mas-mas barista itu, apalagi kalau masnya ganteng *dikepruk french press*. Ya emang iya kan (yang setuju silahkan kayang). Bukibuuuk, saya tetap penikmat kopi sekaliber kopi sachet kog. Masih berperan juga sebagai penyeruput kopi yang ngeracik dan nyeduh kopi sendiri di rumah. Kadang pakai french press kadang manual saja. Tapi nyatanya, penikmat kopi sachet pun menyimpan rindu pada mas barista lho, eh, pada kopi yang dibuat oleh the baristas maksudnya. Jadi, ya kalau sesekali (dan berlanjut hingga berkali-kali) ke coffee shop sah-sah saja dong. Iyalah. Tenang, nggak minta dibayarin deh. Sebenarnya, kenapa harus kesana kemari cuma untuk nyeruput kopi adalah karena bagi saya rasa kopi di kedai yang satu dan kedai lainnya pasti berbeda. Bisa dibilang setiap coffee shop punya andalan dan ciri khasnya sendiri. Lebih tepatnya setiap kopi yang diseduh memiliki rasanya sendiri. Rasa kopi tidak selalu sama meskipun dari jenis kopi yang sama. How we brew the coffee pun ngaruh pada cita rasa lho gaes. Bahasa gampangnya beda tangan beda rasa. Wes jelas to! Saya selalu suka dengan kejutan rasa dari setiap seduhan kopi. Just like can’t wait to open the presents on my birthday.
Betewe jangan shock kalau saya pecinta kopi tubruk pekat ya. I loooovvveeee it since 5 years old when my Bapak made me a glass of milk coffee. Dari situlah kemudian suka kopi. Semakin keterusan saat suka nyuri-nyuri nyeruput kopi hitam yang diseduh ibuk di gelas super jumbo milik Bapak. Jujur, itu kopi endeusnya nagih! Beda banget rasanya kalau nyeduh sendiri. Padahal mah kopinya sama, kopi merk sejuta umat yang femesnya ngalahin berita harga sembako yang selalu naik saat Ramadhan itu lho. Dan sampai sekarang pun masih, hal yang bikin saya selalu kangen pulang ke rumah Bapak Ibuk adalah kopi buatan ibuk. Semakin jelas lah di kepala saya bahwa setiap seduhan kopi memiliki rasa yang berbeda-beda. Hazeeeeg.
Jpeg

kopi dan es? serasi kok

Nah, atas berkat rahmat Tuhan YME dan tekad menggebu serta dukungan (baca tuntutan) pekerjaan, maka perburuan kopi semakin diminati oleh ibu beranak satu ini. Nanti saya akan buatkan reviewnya ya. Bukan sekarang tapi next time, next blog post mungkin (((MUNGKIN))). Sekarang cuma mau kasih tahu yang tadi saja sih, plus kasih tahu cita rasa kopi sachet yang endeus di lidah saya. Sekedar info, sebenarnya saya lebih suka kopi yang rasa kopinya masih otentik dan belum terkontaminasi manisnya susu, syrup, caramel, dan sebangsanya. Kalau gula masih oke lah. Tapi karena semakin banyaknya variant kopi sachet yang lucu-lucu dan endeus puuun, maka semakin banyak juga dong bintang-bintang penasaran di diri saya. Ini daftar kopi sachet yang gampang dapetinnya (karena ada kopi sachet yang susah dicari) yang berhasil mendapatkan perhatian khusus saya. Jiaelaaah:

1. ABC kopi susu
2. Nescafe Classic
3. Kapal Api special mix
3. Tora Bika Creamy Latte
4. Indocafe Cappuccino
5. Good Day Cappuccino
6. Good Day Carrebian Nut
7. Good Day Vanilla Latte
Gampang nyarinya kog, mulai dari warung madura, uda, ucok, pakde, bude, agen, grosir, minimarket, swalayan, supermarket, sampai online shop pun ada. Gampiiiiiil.
So, kalau kamu suka kopi gak? If so, biasanya nyeduh kopi apa? (Kopi sachet lhoh ya)

Currently Loving: Make Over Intense Matte Lip Cream Vanity & Cosmopolitan

afterfocus_1491710229995I’ve been drolling over these super duper pretty lip matte. Namun seringnya warna-warna incaran selalu kosong di store. Yup, ini lagi ngebahas Make Over Intense Matte Lip Cream. Fyi, saya terlanjur menjadi fan abadi shade no. 5 aka impulse yang merah maroonnya pas di bibir dan kulit saya. Tapi tetaplah ya selalu ga kebagian stock hingga pencarian entah ke berapa. Sampai akhirnya saya berbelok hati dan menjatuhkan pilihan pada Make Over Intense Matte Lip Cream no. 6 (cosmopolitan) untuk shade bold dan no.4 (vanity) untuk shade nude.
To be honest I am not a big fan of any kind of lipsticks, ga suka dandan pula kan. Etapi etapi etapi, setelah ketemu sama Make Over Intense Matte Lip Cream malah justru jadi sebaliknya, I can’t live without lipstick. Ini pengakuan serius. Kalau ada lip matte yang ringan macam ini di bibir saat dipakai, gak nolak lah! Mau banget!
afterfocus_1491710289274Hal yang patut dipertimbangkan untuk kudu beli Make Over Intense Matte Lip Cream ini adalah karena formulanya cepat rata saat dioles ke bibir. Cukup sekali sapuan dan bibir tercover sempurna. Tidak lengket dan cepat kering hanya dalam hitungan detik. Teksturnya pun ringan banget seperti gak pakai lipstick. I am serious!
What about the lasting power?
WOW! Ketjeh! Saya coba aplikasikan Make Over Intense Matte Lip Cream shade Vanity saat make up pagi sebelum kerja sekitar pukul 7.30. Sampai kantor ngopi ngemil singkong goreng dan snack ringan lain. Pukul 12 siang makan bakso yang you know how much the colesterol lah ya. And the result was, eng ing eeeeng, warnanya masih bertahan di bibir. Mungkin cara makan saya sedang cantik aza kali ya. Di lain hari, saya makan catering kantor yang gak berkuah dan tadaaaa, it still last! Awww, lasting powernya Make over Intense Matte Lip Cream sukses mencuri hati saya.
lidow_201749114555365

Setelah dihapus pakai garnier make up remover

Vanity is true lip matte for daily use karena warna nudenya ga pucat, ada pink blush saat finishing colour di bibir saya, just looks like lips colour. Natural! Untuk shade no. 6 alias si eneng cosmopolitan ini cocok untuk yang mau tampil bold, warnanya seger. Cucoklah saat in a rush and have no more time to put on some make up. Cukup oles si cosmopolitan and tadaaaaa, wajah terlihat cerah dan lebih segar. Efek merahnya mencerahkan di saya. Semakin lama warnanya pun semakin ngeblend dan terlihat semakin bagus. Aaaaw, suka pokoknya mah.
Bikin bibir kering ga sih?
With or without lipstick pun, jika bibir tidak dirawat kelembabannya, sudah pasti akan kering dan pecah-pecah. Saran saya, jangan lupa untuk selalu mengoleskan lip balm or lip butter untuk menjaga bibir tetap lembab dan gak kering. Sebaiknya saat malam hari sebelum tidur dan beberapa saat sebelum mengaplikasikan lipstik. Kalau saya, sebelum make up selalu oles-oles lip butter dari Nivea yang wanginya harum dan lembut. Lanjut make up dan tinggal dihapus pakai tissue sebelum apply lipstick deh. Oh iya, lip butter yang masih tertinggal justru akan membuat lipstick ga nempel ya bukibuk. Setelah lip butter dihapus, bibir akan berada pada level kelembaban yang ready sekali untuk ditimpah lipstick. I love that moment.
afterfocus_1491722905760So, here are over all penilaian saya tentang Make Over Intense Matte Lip Cream shade nude Vanity (no.4) dan si bold Cosmopolitan (no.6):
What I like:
1. Warna-warnanya cantik, suka deh! Sesuai di kulit saya yang Indonesia banget. (Widiiih, maafkanlah kesombongan ini).
2. Teksturnya ringan sangat, feels like don’t wearing lipstick at all lho! *swearing*
3. Walaupun teksturnya ringan tapi ga bikin garis-garis bibir kentara.
4. Awet! It stays at its beautiful ways more than 6 hours. Kalau dipakai makan cantikpun tetap awet. Catet ya, makan cantik!
5. Formulanya cepat ngeblend dan cepat kering. Less than a minute!
6. No glass stain. It’s true and I looooveeee it!
7. Kuasnya saya suka sih. Lebih lebar bentuknya jadi lebih gampang dan cepat diaplikasikan ke bibir. Maklum boook, bibir ogut macam mbak Beyonce kan.
8. Kemasannya simpel dan cantik.
What I don’t like:
Bentuk bibir kemasannya gak seperti bentuk lip matte pada umumnya. Mungkin karena kuas yang besar juga. Mudah beleber dan susah dirapikan jadi berantakan kemana-mana deh.
Over all saya suka! I give 9 of 10. Wanna purchase again? Absolutely yes! Harganya Rp95.000 di official store Make Over atau di marketplace lain.
Jadi, shade apa yang jadi favoritmu?

Beyond Conversation: Karena Ngobrol Itu Menyehatkan

ngobrol-1Dalam sehari, pernahkah kita menghitung berapa banyak orang yang kita temui? Keluarga, teman, kolega, rekan, gebetan, pacar, abang ojek, masinis, polisi, orang asing, dan siapapun yang berwujud manusia. Pasti uncountable dan terlalu Pe-Er syekali ya hitungnya (lah, kan ga disuruh hitung cuma tanya doang). Cuma mengingatkan saja kok, mungkin kita lupa bahwa dalam sehari tak terhitung karakter manusia yang kita temui. Betuuul kaaan?
Dalam sehari, dalam pertemuan (berat banget kayanya kalau pertemuan, papasan aza deh). Dalam papasan itu, ekspresi apa yang kita berikan ke mereka? Sekedar lihat, buang muka, cuek, senyum, say hello, ngajak kenalan, atau langsung minta tanda tangan? Naaah kaaaaan, berasa artis deh. Cuuuus, diingat sebentar saja, sudah seberapa ramah or let me say seberapa awarekah kita dengan sekitar.
Sudah ingat? Kalau tidak ingat ya nggak usah maksa untuk ingat. Saya pun juga ga ingat kok (dilarang protes). Yang saya ingat adalah saat terlalu lama ngendon di stasiun dan ujung-ujungnya sibuk memperhatikan hilir mudik manusia dengan beragam karakternya. For me, it was another kind of heaven. Oiya, actually I love to mingle, to wander here and there, to meet new people, and to learn new thing from them. Kamu, sukak juga gaaaak?
Well, back to the topic…..
Semuanya berawal dari pertemuan. Pertemuan yang kemudian menuju pada perkenalan dan berakhir pada sebuah atau berbuah-buah obrolan. Ini bukan patokan, tapi bisa jadi obrolan yang ada nantinya depends on how the first impression was. So, ga ada salahnya kok melempar senyum saat ketemu orang. Syukur-syukur siy bisa menyapa walau sekedar say hi or good morning or apalah. Nah, ini yang belum berhasil juga di saya. Paling pol kayanya senyum dan bilang permisi deh. Muehheheee.
Semakin kesini, semakin saya merasakan efek tak langsung dari ngobrol. Sadar ataupun gak, ngobrol memberi banyak positive energy ke saya:
1. Connecting people (sorry, bukan endorser hp lho)
Saat sedang ngobrol, baik itu ngobrol yang memang diharuskan ngobrol maupun ngobrol sekedar untuk menghabiskan waktu, saat itu juga kita sedang bersosialisasi dan mencoba untuk tetap terhubung satu sama lain, right? Entah obrolan yang berakibat tawa ataupun obrolan gundah gulana. Satu sama lain saling memberikan respon dan timbal balik. See? Ngobrol itu mendekatkan.
2. Dapat ide baru
Untuk dunia dan kesenangan yang sedang saya jalani, dari ngobrol saya bisa mendapatkan ide ini itu. Yep, tanya ini itu mulai dari hal remeh temeh yang ga penting hingga hal yang kadang lawan bicara saya sampai mengernyitkan dahi. Hahhahaa, sometimes we need to talk something unusual, right? Serunya lagi, jawaban setiap orang pasti berbeda. That’s what I like.
3. Ngilangin penasaran
Kalau ide stuck hanya di situ tanpa dishare, kita tidak akan pernah tahu bagaimana jatidiri dari ide itu. Maksudnya, saat curiosity sedang di level tertinggi dan jawaban yang dibutuhkan adalah bukan pada data tapi pada manusia, maka satu-satunya cara menuntaskan penasaran adalah dengan bertanya. Iyeessss, ngobrol lah biar penasaran ga berlarut-larut.
4. Tambah tahu
Pernah ga siy saat sedang asyik-asyiknya ngobrol kemudian ada yang bilang something new we never heard before? Terus dengan serentak muncul suara “Oalaaaah, jadi gitu to. Gue baru tahu lho.” Tuh kaaaan, bisa tambah pintar kaaaan.
5. Ngelatih public speaking
Pengin mahir public speaking tanpa teori dan langsung praktek? Cuuuusss, ngobrol atuh. Wuidih, pasti semangat menggebu banget kalau obrolannya tentang yang lagi ngehits apalagi nyinyirin something. Bahhahaaa, yang setuja sama saya silakan koprol.
6. Makin kenal
Hahhahaaa, ya kalau pengin lebih akrab, ngobrol aja siy. Ga usah malu ga usah sungkan, ngobrol itu bukan dosa besar kok. Dan ga ada yang salah dengan sebuah obrolan. *salim cantiiiiiiik*
So, kalau kamu, apa siy benefit dari ngobrol buat diri elo sendiri? Share dong. Makasiiiih and jangan lupa ngobrol 😀

Because I have to take care of my aposthropes (part 1)

Sebelum membaca tulisan ini lebih lanjut, disarankan nantinya untuk tidak terlalu baper atau ikut kepikiran. Ini hanya bagian dari agar blog saya ga sepi-sepi amat dari curhatan kok *sungkem cantiiik*
—————————–
Mungkin ada sebagaian orang yang ga tahu bahwa aposthrope alias tanda koma atas seringnya tak diizinkan aka ditolak dalam penulisan nama or apalah yang serupa. Misalnya nih, mau buka rekening di bank, ga bisa dipakai tuh aposthropenya (ada beberapa bank yang masih mentolerir siy tapi ga semua bank). Terus lagi, mau apply beasiswa atau sekedar belanja online yang mengharuskan input data lengkap guna pengiriman, ga bisa juga dong aposthrope yang ketje itu dipakai. Alasannya simpel siy, do not accept special character. Ya saya jadi mikir dong, apa gunanya diciptakan aposthrope dan special character lainnya jika pada akhirnya toh tidak di semua tempat bisa digunakan. Buat apaaa? (drama dikit lah).
Nah, kebetulan banget saya adalah pemilik dua (bukan cuma satu loh) tanda koma atas dalam nama saya. Gila kan, kurang ketje apa bapak tercinta gue memberikan nama itu ke gue. Dan ga perlu dijelasin juga lah ya bagaimana harus legowonya saya merelakan dua aposthrope itu ditiadakan.
Setelah kejadian ini berulang dan nyatanya malah semakin sering terjadi, maka timbullah gejolak untuk menuntut keadilan bagi aposthrope di nama saya (buwahhaha, kaya sinetron). FYI, kakak saya juga pemilik aposthrope dalam namanya, belakangan saya dapat info kalau ternyata aposthropenya tak dapat dipakai juga. Ya, senasib sama saya.
Baiklah, pencaritahuan dimulai.
Digitalisasi yang semakin ngehits belakangan ini, code dalam dunia IT itu ibarat mur dan baut, jika salah satunya tidak ada maka tidak akan ada gunanya juga. Dan beberapa special character memang sengaja tidak bisa diterima dengan alasan tertentu. Itulah jawaban tidak memuaskan dari teman saya yang berprofesi sebagai (yang katanya) jagonya IT. Baiklah, kini saya dilanda gundah gulana dong ya, bisa kan alasan tertentu itu dijelaskan lebih detail???
Well well well, pencarian akan dilanjutkan pada waktu yang tepat. Sekian duluuuuu.
P.S. kalau ada yang punya alasan yang dapat diterima akal saya, monggo atuh dishare. Matur nuwun.

[Product Review] Make Your Own Pen Toppers from ELC

Jpeg

ELC Pen toppers from Mothercare

Momen bermain bersama anak selalu menyenangkan. Di usianya yang ketiga tahun, anak saya sudah bisa memilih jenis permainan yang disuka dan tidak disukai. Sejauh pengamatan saya, anak saya lebih menyukai hal-hal yang menantang dan seru. Syaratnya adalah ada orang lain yang terlibat langsung dalam aktivitasnya aka ada yang menemani. Pas banget dapat tantangan permainan seru dari yukcoba.in yaitu ELC Make Your Own Pen Toppers yang bisa dibeli di Mothercare Indonesia. Jenis permainan ini dapat membantu anak mengasah keterampilan motorik halusnya lho.
ELC Make Your Own Pen Toppers ini terdiri dari beberapa elemen dengan tekstur yang berbeda-beda:
  • Benang wool warna-warni (pink, abu-abu, putih, dan biru)
  • Busa halus warna warni (pink, abu-abu, putih, ungu, kuning)
  • Mata mainan seperti untuk boneka pada umumnya
  • Jarum yang terbuat dari bahan aman dan didesain ujung tidak tajam agar aman saat digunakan anak-anak. Warnanya kuning.
picsart_12-09-10-34-09

Anak ini serius sekali

 

Dari permainan ELC ini, anak saya belajar beberapa hal di antaranya:
  • Membuat lubang dengan cara menusukkan jarum ke pola-pola yang sudah tersedia. Mengajarkan fokus.
  • Memasukkan benang ke lubang jarum. Tantangan ini yang masih belum bisa ditaklukkan anak saya. Akhirnya dengan bantuan emaknya, berhasillah anak saya memasukkan benang ke jarum dari tangannya sendiri. Saya memegang dan mengarahkan anak saya.
  • Menjahit. Memasukkan jarum ke lubang-lubang yang sudah dilubangi sebelumnya berhasil dilakukan namun pola jahitan yang belum bisa dilakukannya. Lagi-lagi emak bantuin deh. Dari sini mengajarkan anak untuk fokus dan konsisten serta kreativitas.
  • Menempelkan mata, hidung, dll. Dari keseluruhan bagian, sesi tempel menpel yang menjadi favoritnya.
Jpeg

Taraaaaaa, pen topper kreasi emak dan anak yang versi kelinci sudah jadiii

What I like:
  • meningkatkan bonding antara ibu dan anak, bila kegiatan dilakukan bersama sepupu atau anak seusianya, tentu akan lebih menambah keseruan dan bisa mengajarkan kerjasama
  • merangsang kreativitas
  • membantu mengasah motorik halus
  • mengajarkan fokus
  • menambah koleksi mainan
What I dislike:
None
Where to Buy:
Mau purchase yang simple, cukup klik disini, di website Mothercare Indonesia. FYI, lagi ada diskon 30% lho di Mothercare Indonesia online. Atau datang saja ke store mothercare dan silahkan berburu ELC Make Your Own Pen Toppers.
So far, we really do like this toy from ELC. Thank you ELC and yukcoba.in for very must try ELC Make Your Own Pen Toppers.