another place to share

Posts tagged “blogger

Beyond Conversation: Karena Ngobrol Itu Menyehatkan

ngobrol-1Dalam sehari, pernahkah kita menghitung berapa banyak orang yang kita temui? Keluarga, teman, kolega, rekan, gebetan, pacar, abang ojek, masinis, polisi, orang asing, dan siapapun yang berwujud manusia. Pasti uncountable dan terlalu Pe-Er syekali ya hitungnya (lah, kan ga disuruh hitung cuma tanya doang). Cuma mengingatkan saja kok, mungkin kita lupa bahwa dalam sehari tak terhitung karakter manusia yang kita temui. Betuuul kaaan?
Dalam sehari, dalam pertemuan (berat banget kayanya kalau pertemuan, papasan aza deh). Dalam papasan itu, ekspresi apa yang kita berikan ke mereka? Sekedar lihat, buang muka, cuek, senyum, say hello, ngajak kenalan, atau langsung minta tanda tangan? Naaah kaaaaan, berasa artis deh. Cuuuus, diingat sebentar saja, sudah seberapa ramah or let me say seberapa awarekah kita dengan sekitar.
Sudah ingat? Kalau tidak ingat ya nggak usah maksa untuk ingat. Saya pun juga ga ingat kok (dilarang protes). Yang saya ingat adalah saat terlalu lama ngendon di stasiun dan ujung-ujungnya sibuk memperhatikan hilir mudik manusia dengan beragam karakternya. For me, it was another kind of heaven. Oiya, actually I love to mingle, to wander here and there, to meet new people, and to learn new thing from them. Kamu, sukak juga gaaaak?
Well, back to the topic…..
Semuanya berawal dari pertemuan. Pertemuan yang kemudian menuju pada perkenalan dan berakhir pada sebuah atau berbuah-buah obrolan. Ini bukan patokan, tapi bisa jadi obrolan yang ada nantinya depends on how the first impression was. So, ga ada salahnya kok melempar senyum saat ketemu orang. Syukur-syukur siy bisa menyapa walau sekedar say hi or good morning or apalah. Nah, ini yang belum berhasil juga di saya. Paling pol kayanya senyum dan bilang permisi deh. Muehheheee.
Semakin kesini, semakin saya merasakan efek tak langsung dari ngobrol. Sadar ataupun gak, ngobrol memberi banyak positive energy ke saya:
1. Connecting people (sorry, bukan endorser hp lho)
Saat sedang ngobrol, baik itu ngobrol yang memang diharuskan ngobrol maupun ngobrol sekedar untuk menghabiskan waktu, saat itu juga kita sedang bersosialisasi dan mencoba untuk tetap terhubung satu sama lain, right? Entah obrolan yang berakibat tawa ataupun obrolan gundah gulana. Satu sama lain saling memberikan respon dan timbal balik. See? Ngobrol itu mendekatkan.
2. Dapat ide baru
Untuk dunia dan kesenangan yang sedang saya jalani, dari ngobrol saya bisa mendapatkan ide ini itu. Yep, tanya ini itu mulai dari hal remeh temeh yang ga penting hingga hal yang kadang lawan bicara saya sampai mengernyitkan dahi. Hahhahaa, sometimes we need to talk something unusual, right? Serunya lagi, jawaban setiap orang pasti berbeda. That’s what I like.
3. Ngilangin penasaran
Kalau ide stuck hanya di situ tanpa dishare, kita tidak akan pernah tahu bagaimana jatidiri dari ide itu. Maksudnya, saat curiosity sedang di level tertinggi dan jawaban yang dibutuhkan adalah bukan pada data tapi pada manusia, maka satu-satunya cara menuntaskan penasaran adalah dengan bertanya. Iyeessss, ngobrol lah biar penasaran ga berlarut-larut.
4. Tambah tahu
Pernah ga siy saat sedang asyik-asyiknya ngobrol kemudian ada yang bilang something new we never heard before? Terus dengan serentak muncul suara “Oalaaaah, jadi gitu to. Gue baru tahu lho.” Tuh kaaaan, bisa tambah pintar kaaaan.
5. Ngelatih public speaking
Pengin mahir public speaking tanpa teori dan langsung praktek? Cuuuusss, ngobrol atuh. Wuidih, pasti semangat menggebu banget kalau obrolannya tentang yang lagi ngehits apalagi nyinyirin something. Bahhahaaa, yang setuja sama saya silakan koprol.
6. Makin kenal
Hahhahaaa, ya kalau pengin lebih akrab, ngobrol aja siy. Ga usah malu ga usah sungkan, ngobrol itu bukan dosa besar kok. Dan ga ada yang salah dengan sebuah obrolan. *salim cantiiiiiiik*
So, kalau kamu, apa siy benefit dari ngobrol buat diri elo sendiri? Share dong. Makasiiiih and jangan lupa ngobrol 😀

Job Review, Kabar Gembira Bagi Blogger

job reviewSebagai seorang yang ngaku blogger, saya sangat menikmati kegiatan menulis dan berbagi hal-hal yang menurut saya menarik untuk dishare melalui blog saya. (Masih) sebagai yang ngaku blogger, saya menikmati kegiatan blog walking yang berdampak pada kenalan dan berujung dengan berteman, baik itu dengan sesama blogger ataupun bukan. Terlebih bisa bergabung dalam komunitas sesama blogger terus kopdaran terus share kegiatan terus jadian *eh kapan itu ya*. Yang tak kalah penting adalah saya dapat meraup pengetahuan demi pengetahuan baru setiap harinya. Ya, sebut saja blog itu sudah seperti random book bagi saya. Saya juga sangat menikmati kegiatan menanti dan kemudian membaca komentar-komentar yang seringnya tak tertebak oleh kepala. Walaupun terkadang saya dibuat sedih dan mau tak mau mengharuskan saya mengelus dada saat kebanyakan dari komentar-komentar itu masuk dalam spam list. Tak apalah, setidaknya ada yang mau datang berkunjung ke blog saya (hahaha, dapat spam banyak aja bangga).

Ohiya, saya turut bahagia mendengar kabar bahwa kini blogger tak lagi dianggap sebelah mata. Bahwa kini blogger juga merupakan sebuah profesi yang menghasilkan. Bisa uang, voucher, kulkas, gadget, dan lain sebagainya (maklum, blogger si pecinta kontes ngeblog). Apalagi sekarang ini banyak sekali perusahaan-perusahaan yang mulai melirik blogger sebagai salah satu marketing strategi menarik konsumen. Tentu saja dengan cara meminta para blogger membuat review tentang produk mereka di blog, inilah pekerjaan yang disebut dengan job review. Usut punya usut, honor dari job review itu lumayan lho. Jangan lupa bahwa 2015 adalah digital marketing era yang akan semakin menaikdaunkan profesi blogger (aamiiin semuanya yuuuuk).

Menyoal tentang job review, terus terang saya belum pernah dapat tawaran job review (padahal ngarepnya banget, hahhaha). Jadi, sebagai blogger yang ngarep bisa mendapat tawaran job review, ini pendapat saya tentang job review, silakan disimak untuk kemudian dikomentari habis-habisan (masih bagian dari ngarep dapat visitor banyak, bwahaha).

Dalam masa kekinian, job review akan semakin diminati para marketers perusahaan yang kemudian secara sengaja akan menjadikan job review ini sebagai bagian dari job desknya para blogger demi menyokong kebutuhan keluarga (eish, iya nggak siy?).

  • Job review bagi blogger itu seperti menemukan beef dalam bakwan. Blogger yang mendapat tawaran job review apalagi dengan imbalan yang luber-luberan tentu bahagianya tak tertampung dalam wajan. Ngeblog saja senengnya tak terkira apalagi disuruh ngeblog terus dapat bayaran pula, gimana nggak bahagia tuh. Bisa sekalian untuk menambah perlengkapan rumah dong apalagi momblogger seperti saya. *ngelist kebutuhan keluarga
  • Sejauh pengamatan dan penelusuran saya, pekerjaan job review tak banyak menuntut ini itu bagi blogger. Tak ada syarat ini itu yang terlalu berat dan ataupun mengikat karena blogger adalah independent professions (iya banget dong ya). Jaadi, makin-makin diminati para blogger dong job review ini.
  • Terus, dengan membuat job review, blogger bisa sekaligus melebarkan sayap perprofesian sebagai blogger dengan mengasah keterampilan menulis plus menambah network jangkauan sebagai blogger yang berpenghasilan. Eh, siapa bilang blogger nggak menghasilkan.
  • Last but not least, job review bagi blogger juga sebagai salah satu upaya menjaga keeksisan sebagai blogger. Semakin eksis ya, bukan semakin narsis, ehhehe.

Begitulah kira-kira bagaimana job review memiliki arti penting bagi blogger. Bagaimana dengan pendapatmu, bloggers?

P.S. : Kelak jika tiba tawaran job review itu, akan kugunakan fee itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan semua perlengkapan rumah *tsaaaaaaaah* *emak blogger idaman suami*

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog “Blogger dan Job Review” oleh Petrus Andre yang didukung oleh Ajeng Angelina dan Elisa Fariesta.”